DaerahHeadlineMalang

15 Desa di Kecamatan Pakis Tuntas Vaksin Dosis 1

Pewarta : Sigit

Malang,mitratoday.com-Kecamatan Pakis resmi menyandang status tuntas Vaksinasi dosis kesatu. Hal ini diterangkan Camat Pakis Agus Hariyanto saat ditemui Mitratoday.com.

“Alhamdulillah target 70 persen dosis kesatu tuntas 100 persen sesuai prediksi kami yakni tanggal 19 Oktober 2021 kemarin,”kata Agus Hariyanto jumat (22/10/2021).

Dari 15 desa di wilayah Kecamatan Pakis, lanjut Agus Hariyanto jumlah warga yang sudah tervaksin dosis kesatu mencapai 111.478 orang. Data tersebut ujar Agus Hariyanto adalah data riel desa. Jika dibandingkan dengan data milik Dispendukcapil, beber mantan Camat Sumbermanjing Wetan ini terdapat selisih sekitar 6000 orang.

“Kendati sudah tuntas 100 persen dosis kesatu, masih ada Pekerjaan Rumah (PR) yang harus kita kejar yakni menyelesaikan vaksinasi dosis kedua. Saat ini vaksinasi dosis kedua di Kecamatan Pakis masih tercapai sekitar 18.860 orang,”terang Agus Hariyanto.

Lebih jauh Agus menjelaskan bahwa keberhasilan menuntaskan vaksinasi dosis kesatu tersebut tak lepas dari kerja keras empat pilar plus pemerintah desa yang terus bersinergi menyamakan persepsi dan visi untuk bersama menangani pandemi Covid -19 di Pakis lewat serbuan vaksinasi.

Menurutnya, sosialisasi dan edukasi serta publikasi terus dilakukan secara masif kepada warga Pakis termasuk meyakinkan kepada masyarakat bahwa vaksinasi tersebut merupakan solusi utama agar terhindar dari virus Covid-19.

Meski demikian, lanjut Agus, pihaknya mengingatkan kepada seluruh Warga Pakis, Pandemi Covid belum berakhir. Upaya vaksinasi akan terasa percuma jika masyarakat mengindahkan prokes Covid-19.

“Makanya prokes Covid ini terus kita gelorakan dimasyarakat, terutama soal masker. Mari kita jadikan masker sebagai kebiasaan baru ditengah aktivitas kita,”tutup Agus Hariyanto.

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
error: