Home » Daerah »

Pali,mitratoday.com – Akibat kisruh terkait kepemilikan lahan sumur minyak di kawasan Desa Prambatan Kecamatan Abab Kabupaten PALI Provinsi Sumatera Selatan, PT Pertamina EP Aset 2 Adera Field sebut negara selaku pemilik Objek vital nasional (obvitnas) tersebut berpotensi mengalami kerugian yang besar.
Hal itu seperti disampaikan Arni Utama, bagian legal PT Pertamina EP (PEP) yang diperbantukan di PEP Aset 2 Adera Field, Kamis (6/12/2018), di Komperta Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten PALI.

Menurut Arni, akibat diklaim PT Golden Blossom Sumatera (PT GBS), kini kegiatan di 28 titik sumur bor minyak di sana terhenti kegiatannya. Hal itu berarti merugikan negara yang berpotensi menghasilkan devisa melalui sektor minyak dan gas bumi.
“PT GBS sudah membuat Laporan Polisi (LP) di Polda atas tuduhan perusakan 49 batangsa wit oleh kita, yang diklaimnya di lahan mereka. Kita juga sudah dipanggil untuk dimintai keterangan. Hal ini sedang kita pelajari,” tutur Arni.
Namun demikian, lanjut Arni, Pertamina saat ini, belum bisa menyampaikan secara detail kasus yang dilaporkan PT GBS karena Pertamina akan menanyakan pada penyidik apakah perusahaan perkebunan sawit itu punya kewenangan untuk buat LP. Karena sampai saat ini mereka belum pernah melihat Sertifikat Hak Milik (SHM) seperti yang diklaim PT GBS.
“Meskipun katanya mereka punya SHM, namun kita belum pernah melihatnya. Atau jikapun orang lain yang punya SHM tersebut, hingga saat ini belum ada yang mengaku keberatan atas kegiatan kita di lahan tersebut.”
Arni juga menegaskan bahwa pihak Pertamina tidak akan pernah menyentuh izin PT GBS dalam hal mengelola perkebunan kelapa sawit yang dimiliki.
Namun berdasarkan Kepmen ESDM nomor 3407 K/07/MEM/2012 dan Kepres 63/2014 sudah sangat jelas lahan yang luasnya sekitar 28 hektar lebih itu adalah objek vital nasional (Ovitnas).
“Aturan Ovitnas sudah sangat jelas, bahwa di sana adalah kawasan terlarang. Silahkan nilai sendiri. Karena kita tidak bisa menilai produk hukum yg ada. Namun Pertaminajelas sudah mempunyai izin dan keputusan bahwa itu Ovitnas sesuai peraturan yang ada,” Tegasnya.
Karena persoalan ini sudah ditangani pihak kepolisian, biarlah kita ikuti saja prosesnya. Demikian Ndo, kami rasa konfirmasi dari kami. Terima kasih,” singkatnya, saat media ini menanyakan dasar hukum kepemilikan lahan.
Sedangkan Camat Abab, Drs Arpan Menaman menuturkan bahwa kepemilikan lahan sumur bor minyak di Desa Pengabuan Timur memang setahunya milik PT Pertamina, sebab sudah lama mereka mengeksplorasi di sana.
“Terbukti, di 28 titik sumur minyak yang ditanam pohon sawit oleh PT GBS sudah ada weld (kepala sumut bor). Jadi tentu sudah lebih dahulu Pertamina yang beroperasi di sana,” tutur Camat, Minggu malam (9/12/2018).
Terkait dengan bukti kepemilikan lahan yang diklaim PT GBS sebagai plasma perkebunan sawit mereka itu, Arpan mengaku belum pernah melihat SHM-nya. Namun dari informasi yang diterimanya, bukti kepemilikan lahan itu berada di bank sebagai jaminan hutang PT GBS.
“Informasinya begitu. Tapi saya belum pernah melihat langsung. Bahkan masyarakat pemilik plasma juga tidak tahu, serta tidak pernah diberi photocopynya,” imbuh Arpan.
Lebih jauh ia mendukung upaya hukum yang dilakukan kedua belah pihak, karena dari proses itu akan dapat diketahui secara jelas terkait kepemilikan lahan itu.
“Tentunya kita dan juga masyarakat menunggu hasil akhir dari upaya hukum yang ditempuh kedua belah pihak. Supaya clear persoalannya,” tutup Camat.
Atas adanya penetapan lahan negara yang dikelola pertamina EP sejumlah 28 titik sumur bor minyak exsisting sebagai lahan tidur. Pertamina akan menanyakan kepada pihak pemerintah daerah dan pusat atas adanya penetapan 28 titik sumur exsisting milik pertamina terkait keputusan Bupati Muara Enim No.696/KPTS/BUN/2009 tanggal 9 Desember Tahun 2009 dan BPN terbitnya SHM (Sertifikat Hak Milik), sehingga pemerintah dalam hal ini bisa memberi jaminan kepastian hukum atas penguasaan dan pemilikan tanah.(Andi Feri )

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.