DaerahPekan Baruriau

Aksi Peremanisme Serang Anggota Kelompok Tani di Kapau Jaya, Pangtama LMB Nusantara Minta Aparat Tindak Tegas Para Pelaku

Pekanbaru,mitratoday.com– Aksi premanisme beberapa waktu lalu menyerang anggota kelompok tani Kapau Jaya Sukses Lestari, di Desa Kapau Jaya, Kecamatan Siak Hulu,  Kabupaten Kampar hingga menimbulkan korban luka di pihak petani. Kepada wartawan Mitratoday.com via WhatsAap, Panglima Utama (Pangtama) Laskar Melayu Bersatu Nusantara (LMB Nusantara), Datuk M Uzer mengimbau aparat penegak hukum segera tindak tegas para pelaku, Jumat (29/08/2025).

Dikatakan Pangtama, para pelaku yang terlibat dalam aksi premanisme tersebut supaya segera di tangkap diproses secara hukum yang berlaku.

“Saya meminta penegak hukum menindak para pelaku penganiayaan dan pengerusakan agar di tindak secara hukum yg berlaku, ” ungkap Pangtama M.Uzer kepada Mitratoday.com.

Pangtama LMB Nusantara, M Uzer juga berharap semua pihak bisa menahan diri, supaya kejadian serupa tidak terulang kembali. Jika aksi premanisme ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan ada upaya aksi perlawaanan dari petani.

“Supaya kejadian ini tidak terulang kembali. Karena kejadian pengerusakan dan penganiyaan ini terus terjadi maka, tidak tertutup kemungkinan akan ada perlawanan yang keras dari pihak korban saat ini,” pungkas Pangtama M.Uzer.

Dilansir dari media www.Mitrapolri.com aksi berawal dari sejumlah belasan preman bayaran diduga suruhan pengusaha Surryanto Wijaya alias Ayau, menyerang brutal Mess anggota Kelompok Tani Kapau Jaya Sukses Lestari. Akibatnya, sejumlah delapan petani dan satu diduga oknum TNI anggota Agrinas, berpangkat Letda berinisial S babak belur dihajar.

Penyerangan ini diduga buntut dari penyegelan 1.446,43 hektar lahan sawit ilegal yang selama puluhan tahun dikelola Ayau tanpa izin resmi. Lahan tersebut sebelumnya ditertibkan oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).

Menurut Humas kelompok tani, Arul mengatakan, aksi kekerasan itu terjadi dua kali dalam sehari. Sore hari, mobil angkutan buah sawit kelompok tani dihadang di jalan. Bentrokan tak terhindarkan. Kemudian malam hari, belasan preman kembali datang membawa senjata tajam, menyerbu mes kelompok tani, dan menganiaya anggota hingga berdarah-darah.

“Preman-preman itu benar-benar brutal. Mereka merusak mess, memukul anggota kami, dan meninggalkan ketakutan. Ini jelas terencana, bukan spontan,” tegas Arul.

Disampaikannya  kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Siak Hulu. Aparat kepolisian telah turun ke lokasi, namun warga mendesak agar hukum ditegakkan tidak hanya kepada preman bayaran, tapi juga otak pelaku yang menyuruh.

“Kalau hanya preman yang ditangkap, masalah tak akan selesai. Dalangnya jelas, yaitu pemilik lahan ilegal yang tak terima penyegelan,” tambah Arul.

Hingga berita ini diberitakan, wartawan Mitratoday.com menunggu pejabat instansi terkait untuk menggunakan hak jawab dan Klarifikasi nya.

(Iswadi)

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button