DaerahHeadlineHukumTulang Bawang

Akun FB Atas Nama Hendra Hamdani Di Laporkan Ke Polres Tulang Bawang

Tulang Bawang,mitratoday.com – Adanya dugaan postingan di akun Facebook terkait ujaran kebencian mengandung sara’, puluhan wartawan dan LSM di Kabupaten Tulang Bawang pada Selasa (2/8) siang melaporkan pemiliakun facebook atas nama Hendra Hamdani ke polres setempat.

Dalam postingan tersebut, akun Facebook Hendra Hamdani menuliskan jika sekolah kembali di liburkan (disaat puncak pandemi covid-19/red) lantaran takut terhadap wartawan dan LSM.

Bahkan parahnya, dia juga menuliskan jika wartawan dan LSM menyekolahkan anak nya dengan uang haram hasil memeras.

“Sekolah sekarang takut sama wartawan/LSM, sedangkan wartawan/LSM g takut kalau anak nya bodoh dan tolol…krn anak2 nya kepinteran yg akut….woi….sy sekolahkan anak bayar pake duwit halal bukan kayak lo pade pake duwit dapat meras orang…. Mikir kalou hidup loh itu sementara di dunia ini klw loh sudah masuk ke dalam kuburan loh g balik lg le dunia ini yg ada loh sendiri di tempat yg gelap dan g ada yg bisa balik lagi… Jadi kira2 klw mau ngempesin pendapat orang… Itu lah akibat dari uang haram dapat nya jd otak nya sudah kotor lebih dari kotoran nya sendiri… Orang pesta g kalian duwitin klw anggap lumrah… Nah klw anak2 didik pada bodoh dan tolol yg mau disalahkan siapa woiiii…. Jawab klw ada nyali,” demikian tulisan yang di posting di akun facebook miliknya..

Postingan ini di nilai berunsur ujaran kebencian yang mengandung sara. Bahkan penghinaan profesi wartawan dan LSM lantaran tidak menyebutkan oknum.

Adapun laporan polisi tersebut sesuai dengan nomor LP/B/280/VIII/2022/SPKT/POLRES TULANG BAWANG/POLDA LAMPUNG tanggal 02 Agustus 2022 dengan dugaan tindak pidana Undang-undang no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik pasal Jo pasal 28 ayat 2.

Pewarta : Yudi W

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button