Aroma Turnamen Leting CUP 2021 Sudah Tercium, Panitia Siap Sukseskan

Pewarta : Ekdar Tella

Maluku,Mitratoday.com-Sepak bola merupakan olahraga paling populer di dunia. Indonesia menjadi negara kedua di dunia yang mencintai sepak bola, Indonesia juga hadir dengan angka 77 persen penduduk yang mencintai sepak bola.

Akan tetapi hanya 17 persen penduduknya aktif bermain sepak bola pada urutan ke-22 di dunia.

Turnamen Sepak bola Angkatan atau Leting CUP (SMANTIK) yang rutin menggelar kompetisi professional tidak memiliki akademi berkualitas, sehingga kesulitan mensuplly pemain muda berbakat untuk menjadi pemain andalan di tingkat Kabupaten Daerah timnas nasional.

Pendidikan sepak bola di Kabupaten Seram Bagian Barat juga belum memiliki standar kualitas yang seragam semisal Gedung Olahraga yang memadai sarana olahraga sehingga berimbas ke pengembagan di dunia olahraga seperti bola.

Piala Angkatan yang tiap tahunnya di gelar tepat Lingkup Negeri Latu Kecamatan Amalatu Seram Bagian Barat maluku ini juga sudah tercium aromahnya.dan yang menjadi panitia di Laga Leting CUP bergengsi Musim ini ialah Husang Ladua atau biasa orang menjulukinya Predator sikulit bundar.

Untuk meminimalisir Turnamen yang mereka Pimpin di Tahun 2021 ini, Panitia sudah bergerak cepat menyiapkan kebutuhan kebutuhan bertanding Semisal Piala Raksasa yang bernilai 10 juta rupiah , Puluhan medali yang sementara di Cetak dan juga atribut lainya yang di pesan dari luar maluku

Manager Predator sikulit bundar Yusri Mussa menerangkan bahwa, upaya yang mereka capai dalam menyiapkan hal-hal tekhnis sudah hampir selesai,tinggal hal tekhnis lainnya sambil menunggu hari H.

“Samua sumau kalar tunggu waktunya saja,”Ucap Musa, Minggu (17/01/2021).

Dimusim kali ini juga Panitia Pelaksana Kegiatan Turnamen Leting CUP Husang Ladua (HL) merencanakan merubah penampilan dan karter turnamen menjadi lebih Wao dari sebelumnya.

Semisal merubah konsentrasi publik yakni Sporter/pendukung, juga pemain pada dua Lapangan sekaligus namun lokasi lapangan dangan jarak tempuh yang berbeda sehingga selain turnamen di musim ini bukan hanya serimoni semata melainkan ajang silaturohmi antar dusun dan Negeri serta memiliki efek Domino, dari berbagai sisi diantaranya perputaran ekonomi bagi masyarakat sekitar, memperkuat ukhuwah Islamiah sesama generasi demi mewujudkan silaturahmi dan keharmonisan antar generasi.

Melalui hasil rapat keputusan bersama panitia, turnamen kali ini akan di gelar di dua lokasi yang berbeda yakni Stadiun / Lapangan Tohisama Lawalena yang berkedudukan di Dusun Namatotur Negeri Latu,dan Stadiun/Lapangan Tapirono Negeri Latu.

Hal demikian di rilis berdasarkan pertimbangan khusus dan kajian khusus agar berimplikasi terhadap putaran ekonomi selama kegiatan turnamen berjalan. selain dari sisi perputaran ekonomi, Panitia juga menjelaskan jika konsentrasi kegiatan di buat di dua Lapangan hingga pada putaran ke 8 besar di kemudian yang berbeda jarak tempuh maka sudah barang tentu membutuhkan mobilitas Sporter sehingga berefek terhadap para jasa pengemudi dalam hal ini mereka mendapatkan job jasa angkutan dari tim dan serta sporter yang hendak hadir mengikuti turnamen.

Tak sampai disitu, Panitia juga berupaya untuk memperketat sistem peraturan dalam Musim ini.” Kami akan perketat dalam segala hal, jika ada tim yang melanggar mekanisme yang telah di tentukan maka kami sebagai panitia tidak segan segan mengambil langkah tegas. Kalau ada tim yang langgar aturan deng karas kapala, langsong di DO.”tutup Nino Hadeo.

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close