DaerahHeadlineMalang

Banyak Bangunan Sekolah Rusak, Sanusi Minta Rehab Gedung Ditangani Ciptakarya

Malang,mitratoday.com – Bupati Malang, HM Sanusi membuat kebijakan baru untuk menyikapi kondisi bangunan gedung sekolah yang rusak.

Kebijakan tersebut adalah dengan meminta agar rehab gedung sekolah diambil alih Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Ciptakarya (DPKPCK), sementara Dinas Pendidikan fokus mengurusi program pendidikan siswa.

“Biar ditangani ahlinya saja yaitu DPKPCK agar lebih cepat, Dinas Pendidikan fokus ngurusi program pendidikan saja agar mutu pendidikan di Kabupaten Malang bisa tinggi karena saat ini kita masih ranking 23 se Jatim,” ujar Sanusi saat meninjau kondisi sekolah yang ada di Kabupaten Malang jumat siang (29/7/2022).

Dari laporan yang ia terima, lanjut Sanusi, gedung yang rusak di Kabupaten Malang mencapai sekitar 417 sekolah. Saat ini pengajuan rehab gedung sekolah tersebut sudah diajukan ke Kementerian PUPR.

Sementara rehab gedung yang menggunakan dana BOS Afirmasi jika dihitung mencapai sekitar Rp 1,2 miliar dengan rincian tiap gedung mendapat support anggaran Rp 65 miliar.

Apakah akan digarap tahun ini, Sanusi menjawab jika memungkinkan maka rehab gedung-gedung sekolah tersebut dianggarkan lewat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) namun jika tidak maka semua rehab gedung sekolah – sekolah tersebut akan dikerjakan ditahun 2023 mendatang.

“Ya kalau lewat PAK kan proses lelang memakan waktu sekitar 3 bulan, nah seperti bangunan di SDN Pandanlandung Wagir ini gak bisa selesai dalam kurun waktu tiga bulan. Makanya opsi yang paling tepat ya kita kerjakan semuanya di tahun 2023,” tandas Sanusi.

Anggaran pendidikan di Kabupaten Malang sendiri lanjut Sanusi menelan hampir sepertiga dari APBD Kabupaten Malang atau sekitar Rp 1,4 triliun.

Untuk itu dirinya bakal merapatkan dengan TAPD Kabupaten Malang agar anggaran sebesar itu selain digunakan untuk operasional juga dibagi dengan anggaran pembangunan rehab gedung sekolah sehingga diharapkan selain mutu pendidikan yang bagus, diimbangi dengan kondisi bangunan fisik gedung sekolah yang representatif.

Terpisah, Kepala Sekolah SDN Pandanlandung 3 Wagir Abdul Ghofur kepada awak media mengatakan jika memang kondisi bangunan kelas di sekolah sudah tidak layak.

Ia mengatakan ada 4 kelas yang mengalami kerusakan terutama rangka atap gedung sekolah, jika bangunannya sendiri, ia menilai masih cukup kuat. Kerusakan tersebut ujar Abdul Ghofur lantaran usia bangunan yang sudah cukup tua sekitar 17 tahun.

Yang rusak empat kelas, tapi yang parah ada gedung untuk kelas 1 dan kelas 2. Makanya untuk menghindari resiko pembelajaran untuk kelas 1 dan 2 kita pindahkan ke ruang UKS dan ruang guru sementara bangunan kelas 3 dan 4 tetap memakai kelas yang ada. Itupun kalau hujan pasti bocor,” ujar Abdul Ghofur.

Pihaknya sendiri sudah mengajukan rehab gedung kelas ke Dinas Pendidikan sejak 2017 silam, namun belum mendapatkan jawaban dari Dinas Pendidikan.

“Baru setelah ditinjau Pak Bupati ini atap bangunan gedung kelas ini akan direhab,” pungkas Abdul Ghofur.

Pewarta : Sigit

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button