AdvertorialBlitarDaerah

Banyaknya Pekerjaan Proyek Fisik, Ini Pesan Ketua DPRD Kota Blitar

Pewarta : Novian

Kota Blitar,mitratoday.com – Ketua DPRD Kota Blitar, dr Syahrul Alim berpesan agar dinas terkait dan juga rekanan memperhatikan faktor cuaca dalam pengerjaan proyek fisik. Saat hujan turun tukang memilih menunda kegiatan pembangunan, sebab kalau dipaksakan dikerjakan justru membuat bangunan rawan rusak.

Hal itu disampaikan mengingat di akhir tahun sedang banyak-banyaknya pekerjaan fisik berjalan di Kota Blitar. Seiring dengan cuaca extrem menjadi rawan pekerjaan menjadi molor dari waktu yang ditentukan.

“Ya saat ini memang kejar-kejaran dengan waktu. Dan hari ini hujan deras-derasnya dan informasi ada badai La Nina maka para rekanan yang mengerjakan harus waspada,” kata dr Syahrul, Jumat (12/11/2021).

Dr Syahrul mengatakan, harus ada pengoptimalan waktu bekerja di tengah musim yang tidak tentu ini. Mengetahui kapan harus libur dan kapan waktu untuk bekerja lembur. Dengan begitu pekerjaan bisa selesai tepat waktu.

“Karena kalau hujan kadang bisa sampai seharian, maka seharian itu harus libur. Kalau hujan setengah hari maka kerjanya juga setengah hari. Kalau cuaca cerah maka harus dimaksimalkan, bekerja sehari penuh,” ujarnya.

Ia berharap tidak ada pekerjaan yang molor diakibatkan faktor cuaca. Walaupun harus ada yang molor dikarenakan faktor cuaca atau bencana bangunan rusak akibat cuaca buruk, dinas pasti akan memberikan kelonggaran perbaikan dan tambahan waktu. Meski demikian rekanan yang mengerjakan harus tetap cermat dalam bekerja agar tidak sampai merugikan diri sendiri.

“Ketika molor barangkali akibat cuaca atau bencana semoga tidak ada. Barangkali ada pasti ada semacam adendum perbaikan bisa molor tentu ada batasan waktu. Lha kalau batasan waktu perpanjangan masih molor lagi pasti ada sanksi ditanggung pihak ketiga,” pungkasnya. (Adv).

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
error: