Belanja Online

Catatan : Kamsul Hasan

Seorang wartawan menyarankan kepada koleganya bila belanja online pilih sistem pembayaran cash on delivery alias COD.

Barang yang dibeli ketika datang, cek sesuai atau tidak. Selanjutnya coba, berfungsi dengan baik atau tidak sesuai waktu penawaran.

Jadi, intinya sistem transaksi COD menguntungkan pihak konsumen. Tetapi apakah pendapat itu benar ?

Bila melihat kasus sistem pembayaran COD pembelian sepatu yang kemudian berakhir dengan pertengkaran bahkan penodongan dengan senjata airsoft gun di Bogor pendapat itu tidak benar.

Akhir-akhir ini ramai lagi seorang ibu dan putri menjadi viral gara-gara pembayaran COD. Kedua perempuan ibu dan anak ini mengaku diteror netizen gara-gara berselisih dalam pembayaran COD.

Tidak Paham Perjanjian !

Belanja online yang berkembang sekarang ini ada yang bersifat langsung dan melalui pihak ketiga sebagai “penengah” sekaligus pemilik aplikasi.

Sistem belanja langsung kepada penjual memang harus ekstra hati-hati dan sedapat mungkin dihindari bila alamat dan rekening tidak jelas.

Transaksi online dengan pihak ketiga menjadi pilihan lebih baik. Uang konsumen berada pada pihak ketiga, bila barang tidak sampai, “uang aman”.

Meski aman tetapi pengembalian memakan waktu juga sebagaimana diatur dalam kesepakatan bersama.

Selain menitip uang pada pihak ketiga, bisa juga belanja dengan pilihan COD. Barang datang baru bayar.

Sistem ini yang belakangan ramai menjadi perselisihan antara konsumen dengan pengantar barang.

Kurir berpedoman pada perjanjian yang ada dalam aplikasi. Tugasnya hanya mengantar barang dan menerima uang pembayaran.

Dalam perjanjian yang dibuat sepihak itu biasanya berbunyi “Paket atau kemasan tidak boleh dibuka”. Membuka berarti membeli.

Atas dasar itulah baik kasus di Bogor maupun ibu dan anak menjadi viral. Konsumen ingin barang yang dibeli sesuai harapan baru bayar.

Sedangkan kurir tidak mau tahu barang sesuai harapan atau tidak. Membuka paket harus bayar sesuai perjanjian.

Soal barang yang tidak sesuai harapan sesuai perjanjian harus gunakan mekanisme pemulangan barang dengan waktu yang berbeda antara 7 sampai 14 hari.

Pelajari perjanjian sebelum transaksi dan pilih yang sesuai !

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Back to top button
Close
Close