Bencana Alam Semakin Mengkhawatirkan, Sanusi Minta Dinas Teknis Segera Lakukan Aksi

Pewarta : Sigit

Malang,mitratoday.com-Curah hujan yang tinggi dan angin puting beliung beberapa hari terakhir di Kabupaten Malang mengakibatkan beberapa wilayah terjadi Bencana alam. Tercatat ada tiga wilayah yang mengalami bencana tersebut yakni longsor di Ngajum, Kedungpedaringan Kepanjen dan angin puting beliung yang mengakibatkan sejumlah rumah penduduk rusak di Dusun Kemantren, Desa Putuk Rejo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang.

Khusus di Jabung dari data yang diperoleh Mitratoday.com ada sekitar Sembilan rumah itu masing-masing milik Hakim, Poniar, Sukin, Udin, Agus Sunarto, Nizar, Arifin, Siran dan Samari yang mengalami kerusakan akibat puting beliung yang terjadi hari Rabu kemarin (24/11/2021).

Bupati Malang juga memberikan paket bantuan kepada korban terdampak dan mengakhiri kunjungan dengan melihat langsung rumah pasangan suami istri Arifin dan Uswatun yang atap rumahnya roboh akibat terjangan angin.

Melihat kondisi di beberapa wilayah yang terdampak bencana, Sanusi saat meninjau beberapa titik bencana menjelaskan, dirinya telah meminta kepada dinas Terkait untuk segera melakukan penanganan secepat mungkin

“Karena ini bencana maka saya sudah minta Dinas Teknis yakni Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) untuk segera menangani rumah yang rusak di Jabung. Sementara di Kepanjen saya instruksikan Dinas PU Binamarga segera tangani dan koordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) termasuk Dinas PU Pengairan,” kata Sanusi kamis (25/11/2021)

Sementara itu Kepala Dinas PU Binamarga Ir Romdhoni memastikan jumat besok pihaknya akan segera melakukan pembenahan terutama dueker (plengsengan) di Jembatan Kali Petung Kedung pedaringan.

Soal anggaran, Romdhoni menjelaskan sesuai arahan Bupati Malang, bakal menggunakan anggaran Dana Tak Terduga (DTT) Kabupaten Malang. Menurutnya penggunaan DTT Kabupaten Malang merupakan opsi cepat agar dapat segera ditangani.

“Jika menggunakan anggaran APBD kan butuh waktu lama karena ada prosesnya, nah kita butuh cepat makanya kita gunakan DTT ini agar segera dilakukan pembangunan.Kalau DTT ini bisa sewaktu-waktu digunakan berdasarkan hasil analisa karena memang dari sebuah bencana,” ujar Romdhoni kamis (25/11/2021).

Terpisah Camat Kepanjen Eko Margiyanto menjelaskan ambrolnya plengsengan (dueker) di jembatan Petung Kedungpedaringan tersebut bermula dari hujan deras yang mengguyur Kepanjen Rabu (24/11/2021) kemarin. Akibat hujan deras tersebut, kata Eko Margiyanto menyebabkan longsornya dueker jembatan.

“Plengesengan ambrol tersebut mengenai pipa besar PDAM, akibatnya terjadi kebocoran yang berasal dari pipa tersebut,” tandas Eko Margiyanto.

Lokasi longsornya dueker itu sendiri, lanjut Eko juga mengakibatkan tembok rumah salah satu warga ikut ambrol. Kendati demikian, Eko mengaku tidak ada korban jiwa.

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
Close
Close