Home » Bengkulu Selatan » Bengkulu Selatan Sepi,”Malu Jika Masih Keluar Rumah”

Bengkulu Selatan Sepi,”Malu Jika Masih Keluar Rumah”

Bengkulu Selatan,Mitratoday.com-Sebutan yang dikeluarkan salah seorang masyarakat Bengkulu Selatan “Malu Jika Keluar Rumah” sebagai orang tua saya pilih berdiam dirumah karena malu jika masih Keluar Rumah, artinya kita membandel dengan tidak menghiraukan himbauan pemerintah, lagi pula itukan demi kesehatan diri sendiri dan keluarga kecuali ada kepentingan yang tak bisa ditunda.

“Mari kita kita bersama-sama memutus tali rantai virus Corona dengan berdiam diri di rumah.”Ujar Salah satu warga sumber media ini.

“Ayo Masyarakat Bengkulu Selatan kita lawan Virus Corona dengan berdiam diri dirumah serta mematuhi himbauan yang ada.”tutupnya.

Berbagai cara pemerintah Daerah Bengkulu Selatan untuk mengantisipasi penularan Covid-19 dimasyarakat, sudah hampir satu bulan ini Bupati Gusnan Mulyadi Dan Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Deddy Nata Berserta unsur dan Jajarannya masing-masing melakukan sosialisasi dengan menggunakan mobil berkeliling di jalan-jalan seraya menyuarakan seruan berdiam diri dirumah dan jaga jarak serta melakukan Pembagian Browser, Masker, menyediakan Posko-posko dan tempat cuci tangan serta penyemprotan Disinfektan di tempat-tempat keramaian.

Dengan upaya menjaga Bengkulu Selatan terhindar Covid 19, kerja keras mereka mengantisipasi covid 19 berkembang di Bengkulu Selatan sudah hampir menuai hasil.

Hari ini Jumat (27/03/2020) pukul 9:37 terpantau oleh media mitratoday.com di beberapa jalan protokol di Bengkulu selatan sudah mulai sepi seperti Di sepanjang Jl.Ahmat Yani Jl.Jenderal Sudirman dan Simpang Rukis,Pasar Ampera,Taman-Taman dan tempat kumpul lainnya.

Alhamdulilah nampaknya masyarakat sudah mulai mematuhi himbauan-himbauan pemerintah daerah terlihat jelas di Jl protokol dan tempat kumpul sudah menurun hampir 90% dari biasanya.JN

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.