BENGKULUEkonomi Bisnis

Berawal Dari Pedagang Kaki Lima, Pria Ini Raup Omset Fantastis

Mitratoday.com – Hidup bagaikan roda yang berputar, kadang di atas kadang juga berada di bawah, itu yang pernah dialami Bapak Junaidi (42). Kisahnya menarik untuk ditelusuri. Kalau kita pikir-pikir apa yang menarik dari barang grosiran? Dari kualitas pun masih diragukan untuk sebagian orang. Namun ternyata usaha grosir inilah yang membawa bapak Junaidi pada kesuksesan.

Toko Indah Jaya yang menjual tas, sepatu, dan sendal secara grosir dan eceran kini sudah menjadi tempat favorit masyarakat Bengkulu untuk berbelanja. Siapa sangka kalau dulunya usaha ini berawal dari usaha perseorangan, bahkan bapak Junaidi sempat menjadi pedagang kaki lima.

Soal nasib urusan belakang, itulah pegangan hidup bapak Junaidi pengusaha asal Curup ini. Kerja kerasnya selama 6 tahun kini membuahkan hasil.  Sekarang beliau sudah memiliki 2 cabang toko. Satu cabang di Curup Pasar Atas dan satu cabang lagi di Bengkulu. Melalui tokonya, bapak Junaidi mampu mempekerjakan hingga 35 karyawan.

Menjual dagangannya dari rumah kerumah itu yang dulu bapak Junaidi lakukan. Saya pun penasaran bagaimana caranya, dari yang tadinya hanya pedagang kaki lima, sekarang berhasil membuat toko dengan omset 4 Milyar. Setelah membaca tulisan ini, saya berharap pembaca bisa terinspirasi.

Berikut perbincangan yang saya lakukan dengan bapak Junaidi, sang pengusaha cerdik. Apa sebenarnya resep bapak Junaidi hingga menuai kesuksesan sekarang ini, Padahal dulu hanya penjual kaki lima?

Saya percaya nasib seseorang itu bisa diubah jika dia mau berusaha. Saya pun dulu pernah merasakan yang namanya bangkrut. Saya dulu dalam keadaan terpuruk, tapi untungnya ada isteri dan keluarga saya yang selalu memberikan motivasi.

Resep pertama itu gigih dan konsisten dalam memperjuangkan usahanya karena ketika kita sudah memutuskan untuk berwirausaha maka kita harus siap memperoleh untung dan rugi, Segala kemungkinan bisa saja terjadi, jadi harus siap diri.

Resep kedua harus punya fisik yang kuat, kemudian resep terakhir adalah keluwesan dalam berkomunikasi, jangan sampai pembeli kabur karena sikap dan prilaku kita terhadap mereka. Ingat pembeli adalah raja. Kita harus membuat mereka nyaman bahkan kita wajib memberikan kesan yang baik diawal mereka belanja. Jadi mereka akan rindu dengan pelayanan kita, pokoknya kesan pertama itu yang terpenting.

Bagaimana cara bapak Junaidi bisa memperoleh omset 4 Milyar pertahun sedangkan dagangan bapak dijual murah?

Mereka yang berhasil adalah mereka yang pandai dalam menganalisa pasar, tahu produk apa saja yang disukai masyarakat sehingga mereka mampu menyelaraskannya dengan dagangan mereka. Itu merupakan strategi saya dalam mengembangkan usaha.

Mengapa saya berjualan baju, alasanya adalah berjualan baju masih cukup menggiurkan dan banyak disukai karena memang dari segi konsumennya sendiri tak pernah kehabisan. Baju merupakan salah satu produk yang dibutuhkan manusia, untuk itu kenapa berjualan baju tak pernah sepi pembeli.

Dari mulai baju untuk bayi, untuk anak-anak, remaja hingga dewasa semua memerlukan baju. Tinggal bagaimana kita mengetahui tren baju apa yang diminati sehingga kita bisa mendapatkan keuntungan yang besar.

Akan tetapi dengan banyaknya konsumen yang tersedia ternyata juga membuat bisnis jualan baju banyak pelaku usahanya. Ini tentu saja membuat usaha ini menjadi lebih banyak persaingannya, sehingga tak sedikit juga yang gagal dalam bisnis ini.

Kami pun berjualan dengan sistem obral dan  borongan atau sekala banyak dgn mengurangi kualitas barang dan terlihat seperti jual murah. Ternyata dengan memasang harga yang murah serta diskon yang besar berhasil membuat pengunjung kami tertarik. Seperti contohnya dengan memasang baju ataupun sepatu dengan cara ditumpuk secara menggunung kemudian menyertakan tulisan “obral 20. (Srinita Ambarini)

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button