DaerahJambi

Berniat Mendamaikan Sepupu, Dua Pemuda Dikeroyok

MUARO JAMBI – Dua orang pemuda, Edo dan Adit warga Muaro Jambi menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang. Pengeroyokan yang terjadi di daerah Mendalo dekat Kampus Universitas Jambi (UNJA) berawal dari Edo yang ingin mendamaikan saudara sepupunya Amir, yang sebelumnya sempat ribut dengan seseorang beberapa hari lalu.

Berharap keributan antara Amir dan seseorang tersebut tidak berlanjut, Edo membuat kesepakatan dengan orang yang ribut dengan Amir, untuk menyelesaikan masalahnya dan bertemu secara damai. Maka ditentukanlah tempat pertemuan antara kedua belah pihak di daerah Simpang Sungai Duren dekat SPBU.

Tetapi Edo bersama temannya, Adit tidak sepakat untuk bertemu di tempat tersebut, dengan alasan karena tempat tersebut adalah tempat dimana pelaku dan temannya berkumpul. Takutnya, ada kesalah fahaman.

Setelah melalui pembicaraan singkat, maka tempat bertemu antara Edo, Adit dan Pelaku disepakati di Daerah Mendalo tepatnya di dekat Kampus Universitas Jambi (UNJA).

Saat Edo dan Adit bertemu dengan pelaku di tempat yang telah ditentukan, ternyata pelaku membawa sekitar 15 orang temannya.

“Mana amir ? kok gak dibawa kesini,” tanya Wahyu salah seorang teman pelaku pengeroyokan.

Amir memang sengaja tidak dibawa oleh Edo dan Adit, karena takut terjadi keributan lagi.

“Amir tidak bisa datang kesini, dikarenakan malas untuk bertemu kalian,” ucap Adit.

Mendengar jawaban Adit, salah seorang pelaku bernama Wahyu, langsung mencekik leher Edo. Sementara Adit, melihat Edo dicekik Wahyu, berusaha untuk memisahkan Wahyu dan Edo. Tetapi teman-teman wahyu yang saat itu dibelakang Wahyu, langsung menghajar Adit tanpa ampun.

Tidak hanya itu, motor yang dikendarai Edo dan Adit tidak lepas dari amukan mereka. Karena kalah jumlah, Edo dan Adit tidak sanggup menghadapi mereka. Maka Edo dan Adit mengambil inisiatif untuk mengambil langkah seribu. Tidak puas, pelaku pengeroyokan tersebut mengejar Edo dan Adit, bahkan ada yang membawa senjata tajam.

Beruntung saat itu, Edo dan Adit berlari mengambil jalan pintas dan bisa selamat dari pengejaran.

Saat diwawancarai mitratoday.com di RSUD Raden Mattaher kota Jambi, Edo mengatakan bahwa dirinya dan Adit hanya ingin mendamaikan saudara sepupunya Amir.

“Niat saya cuman ingin mendamaikan, kok malah kami yang dikeroyok bang,” ujar Edo sambil menahan sakit saat ditemani oleh kakaknya, Junaidi.

Keesokan harinya, pengacara korban dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ABRI, Arifin SP, melaporkan secara remi penganiayaan tersebut ke Polsek Jaluko Muaro Jambi dan kasus tersebut ditangani oleh Bripka Rahmat Jupri SH, untuk ditindaklanjuti.

Pengaca korban, Arifin SH, meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan dan menangkap para pelaku.

“Indonesia ini negara hukum, siapa yang melanggar hukum musti di hukum, tidak ada yang bisa melangkahi hukum dengan alasan apapun,” tegas Arifin.(Arian Arifin)

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button