BOSKAB Malang Cair, Sekolah Bisa Persiapkan Sarana Prokes untuk KBM Tatap Muka

Penulis : Sigit

Malang,Mitratoday.com-Sekolah di Kabupaten Malang sudah bisa mulai mempersiapkan perlengkapan dan fasilitas protokol kesehatan untuk kesiapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rahmat Hardijono mengatakan, Bantuan Operasional Sekolah Kabupaten Malang atau BOSKAB Malang sudah cair. Dana BOSKAB itu sudah cair untuk siswa SD dan SMP se-Kabupaten Malang.

“Dana Boskab ini sudah cair bertahap melalui rekening sekolah mulai satu minggu lalu. Jadi kan kemarin untuk memenuhi kesiapan check list enam syarat tatap muka itu harus siapkan protokol kesehatan dan dana BOSKAB ini nantinya digunakan untuk mempersiapkan enam check list itu,” kata Rahmat Hardijono saat dihubungi Mitratoday.com minggu (29/11/2020)

Rachmad menjelaskan, ada enam syarat yang harus dipenuhi sekolah di Kabupaten Malang untuk menerapkan KBM tatap muka.

Enam syarat tersebut diantaranya, kesiapan sanitasi dan kebersihan lingkungan sekolah, seperti penyediaan tempat cuci tangan dan handsanitizer, fasilitas kesehatan di lingkungan sekolah, penyediaan masker untuk warga sekolah, penyediaan thermogun, pemetaan kesehatan di lingkungan sekolah dan persetujuan dari komite dan wali siswa untuk KBM tatap muka.

Untuk pencairannya sendiri, lanjut Rachmad,berbeda-beda. Untuk siswa tingkat Pendidikan Anak Di Bawah Umur (PAUD) menerima Rp 15 ribu per bulan. Sementara untuk siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) menerima Rp 30 ribu per bulan dan SMP menerima uang Rp 50 ribu per bulan.

“Kami langsung cairkan kelipatan empat bulan. Jadi semisal SD Rp 15 ribu per bulan. Jadi menerima Rp 60 ribu. Dan sudah bisa dicek ke sekolah-sekolah. Kami langsung memberikan empat bulan karena APBD 2020 dan harus dibelanjakan sebeluk akhir tahun” tandas Rachmad.

Sementara itu, anggaran total BOSKAB sendiri , Rachmad mengaku tidak mengetahui secara pasti totalnya. Namun anggaran BOSKAB untuk 4 bulan itu berasal dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2020 (Perda APBD 2020) pada rapat paripurna bulan Agustus 2020 lalu.

“Fokusnya memang di perubahan anggaran itu memastikan untuk memastikan kegiatan pendidikan bisa berlangsung selama pandemi Covid-19,” tuturnya.

Rahmat juga menambahkan sementara ini BOSKAB yang ada hanya sekolah yang di bawah kemenangan Dindik Kabupaten Malang.

“Yang dibawah Kemenag (Kementrian Agama) yaitu Madrasah Tsnawiyah (MTS dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) belum cair. Kemarin sudah mengajukan insyallah minggu ini cair,” tutur Rachmad Hardijono.

Saat disinggung apakah dengan hadirnya dana BOSKAB ini, sekolah di Kabupaten Malang sudah diperbolehkan untuk menggelar KBM, Rahmat memasrahkan keputusan itu ke masing-masing sekolah.

“Kalau memang dirasa siap ya kami persilahkan. Tapi sementara ini kami masih membicarakan dengan semua pihak. Karena berdasarkan hasil survei, masih sedikit sekolah yang menyatakan kesiapannya,”pungkas Rachmad Hardijono.

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
error:
Close
Close