BPBD Kabupaten Blitar Bentuk Desa Tangguh Bencana Sejak 2019

Penulis : Novian

Blitar,Mitratoday.com – Potensi Tsunami yang mencapai 20 meter hasil kajian ITB membuat Pemerintah Kabupaten Blitar lewat BPBD melakukan persiapan persiapan, salah satunya dengan membentuk Desa Tangguh Bencana ( Destana ) sejak tahun 2019.

Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Ahmad Cholik menjelaskan program pembentukan Destana sudah di lakukan sejak 2019 yaitu pada hari.Kamis tanggal 19- 07- 2019 saat Tim ekspedisi Destana Tsunami 2019 pada saat Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) memasang rambu peringatan tsunami di kawasan Wisata Pantai Tambak ,Desa Tambakrejo Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar Jawa Timur.

“Nah mulai dari situlah kami tindaklanjuti dengan membentuk Desa Tangguh Bencana di dua lokasi yaitu di Pantai Tambakrejo ,Wonotirto dan Pantai Serang ,Kecamatan Panggungrejo’ ujar Cholik.

Masih menurut Cholik saat di wawancara media mitratoday. Rabu ( 14/10/2020 ) bahwasan nya masyarakat yang tinggal di kawasan pantai selatan Blitar telah mempunyai pengetahuan dan memahami potensi bencana yang terjadi. Mereka punya kearifan lokal di masing-masing daerah untuk menghindari timbulnya korban jiwa ketika potensi tsunami itu terjadi.

“Namun dalam berbagai mitigasi bencana yang melibatkan semua unsur masyarakat, lebih kami tekankan pada jalur evakuasi. Masyarakatlah yang paling mengerti kondisi wilayahnya, dimana jalur evakuasi dan lokasi yang paling aman dituju ketika potensi itu ada,” imbuhnya.

Cholik juga mengimbau, agar masyarakat tidak perlu panik dengan hasil kajian ITB soal potensi tsunami 20 meter itu. Namun pihaknya berharap, masyarakat selalu waspada akan gejala dan tanda-tanda yang disampaikan alam.

“Kita tidak perlu panik, Tapi perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala dan tanda alam. Kami juga telah memeriksa dan memaksimalkan alat EWS. Sehingga ketika potensi itu benar-benar muncul, kami bisa langsung memencet tombol sirine peringatan,” tandasnya.

Memang Kabupaten Blitar ada empat kecamatan yang rawan potensi tsunami yaitu Kecamatan Bakung ,Wonotirto,Panggungrejo dan Wates.

Desa yang paling luas terdampak adalah Desa tambakrejo,Wonotirto
Sesepuh Desa Serang, Ki Raban Yuwono menceritakan, selama ini pantai di pesisir Blitar selatan tidak pernah terdampak parah bencana tsunami. Ini karena palung pantainya lebih dalam dibandingkan pantai di wilayah lain.

“Khusus untuk Serang itu kalau dilihat dari satelit malah katanya yang paling dalam. Itulah kenapa dulu pas zaman Belanda didirikan pos pengawasan disini. Karena di pantai inilah lokasi yang memungkinkan kapal musuh bersandar dan menepi,” ujarnya.

Saat kejadian tsunami menerjang Malang selatan, menurut kesaksian Raban, air laut memang naik namun hanya 300 meter dari bibir pantai. Saat itu, justru Pantai Tambakrejo yang posisinya di barat Pantai Serang air laut sampai menerjang permukiman warga.

“Semoga Blitar tidak pernah kena tsunami. Masyarakat sini dan lainnya sudah akrab dengan alam. Pola komunikasi kalau terjadi bencana juga sering dibicarakan bersama. Semoga kita semua diselamatkan,” pungkasnya. ( Adv /Kmf/ Novian )

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close