AdvertorialBlitarDaerah

Buka Musda APD, Ini Pesan Tegas Wakil Bupati Blitar

Pewarta : Novian

Blitar,mitratoday.com – Saya mengimbau kepada siapa pun yang menduduki kepemimpinan Asosiasi Pemerintah Desa (APD) yang akan melebur menjadi Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI), harus mampu membawa gerbong organisasi ini lebih inovatif, akuntabel dan berintegritas.

Himbauan tersebut disampaikan Wakil Bupati Blitar, Rahmat Santoso usai membuka Musyawarah Daerah (Musda) APD tahun 2021 di Wisata Kampung Coklat, Blitar pada Selasa (30/11/2021).

“APD harus tetap selalu bersinergi dengan pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan kabupaten Blitar yang lebih maju, sejahtera, adil dan demokratis. Karena, hal ini sesuai dengan amanah tujuan nasional yang tercantum dalam pembukaan undang-undang dasar 1945.” Ujar Rahmat.

Mengingat, PAPDESI merupakan sebuah organisasi yang menaungi para pamong desa, Wabup berharap dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan bisa membawa misi visi bupati dan wakil bupati Blitar.

Selain itu, Makde Rahmat (sapaan akrab wakil bupati Blitar) menghimbau kepada seluruh kepala desa agar penggunaan dana desa  dan alokasi dana desa supaya dirancang untuk memprioritaskan dan mendorong percepatan pembangunan daerah. Sehingga, tercipta kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.

“Siapa pun nantinya yang terpilih, ia berpesan agar bisa menjadi gerbong dan memiliki banyak ide-ide positif yang berpihak kepada masyarakat. Sehingga dapat berkontribusi positif dalam pencapaian visi misi Bupati dan Wakil Bupati. Kemudian ketua terpilih nanti tetap bersatu, tidak pecah dengan membuat asosiasi baru dan tetap amanah untuk kemajuan desa serta tetap mengingatkan pada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Karena pandemi masih ada dan akan muncul varian baru yang lebih berbahaya,” tegas Rahmad Santoso.(Adv).

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
error: