DaerahHeadlineMalang

Buka Sosialisasi Cukai, Didik : Masyarakat Harus Berani Perangi Cukai Ilegal

Penulis : Sigit

Malang,Mitratoday.com-Wakil Bupati Malang Drs.H.Didik Gatot Subroto .SH.MH menegaskan, masyarakat harus berani memerangi peredaran cukai rokok ilegal di Kabupaten Malang. Hal ini disampaikan Didik dihadapan 100 peserta sosialisasi ketentuan dibidang Cukai Bidang Tembakau dari Kecamatan Bantur disalah satu hotel di Kota Malang jumat (15/10/2021).

“Masyarakat harus berani memerangi peredaran cukai rokok ilegal karena beredarnya cukai ilegal ini menyebabkan kerugian negara yang sangat besar, beda dengan cukai legal yang menjadi salah satu penyumbang pajak negara,”tandas Didik Gatot Subroto.

Sosialisasi Ketentuan Dibidang Cukai Hotel Aliante Kota Malang

Dari pajak yang diterima, lanjut Didik juga bakal dikembalikan ke daerah untuk pembangunan diberbagai bidang terutama dibidang kesehatan. Jika terus dibiarkan, maka terang Didik, pembangunan tidak berjalan maksimal.

“Makanya adanya sosialisasi seperti ini, kita dididik untuk menjadi trainer, Informan maupun memberikan edukasi ke masyarakat luas, harapannya peredaran cukai rokok ilegal ini bisa ditekan dengan maksimal. Karena dari pajak penerimaan negara nantinya akan dikembalikan ke masyarakat kembali,”lanjut Didik Gatot Subroto.

Peredaran cukai rokok ilegal itu sendiri, lanjut Didik dinilai banyak merugikan tidak hanya negara tapi masyarakat juga ikut dirugikan.

Ia mencontohkan, jika ada pekerja yang bekerja di pabrik rokok yang menggunakan cukai rokok ilegal maka pemerintah tidak bisa melakukan intervensi terkait hak buruh jika terjadi masalah ketenagakerjaan. Begitu pula soal jaminan kesehatan, Pemerintah tutur Didik tidak bisa mengintervensi.

“Beda dengan para pekerja di Pabrik Rokok yang menggunakan cukai rokok resmi dari pajak bisa menjadi penerimaan negara, lantas hak-hak buruh bisa dipenuhi dengan baik dan paling penting pemerintah bisa mengintervensi para pengusaha rokok untuk memenuhi hak-hak pekerja,”tandas Didik Gatot Subroto.

Sementara itu Plt.Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Malang Drs.Moch.Nur Fuad Fauzi .MT menjelaskan bahwa Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Malang akan tetap berkomitmen untuk ikut berperan aktif memerangi peredaran rokok ilegal di Kabupaten Malang.

Beredarnya Cukai Rokok Ilegal, kata Fuad menyebabkan kerugian negara dalam jumlah cukup besar. Akibatnya Pembangunan, kata Fuad akan menjadi kurang maksimal.

Karena perlu kita ketahui, pendapatan dari sektor pajak cukai rokok ini kan kembali ke maayarakat untuk digunakan membangun diberbagai sektor, terutama kesehatan,”ujar Fuad Fauzi.

Fuad menambahkan, penerimaan pajak dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) itu sendiri, sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI nomor 7/MK/07/2020 diberikan Pemerintah Pusat kepada Daerah melalui mekanisme dana transfer ke Pemerintah Provinsi Jatim yang diteruskan ke Kabupaten /Kota di Jawa Timur.

Tujuannya adalah untuk pembangunan daerah meliputi berbagai bidang mulai infrastruktur maupun bidang kesehatan masyarakat,”tutur mantan Camat Wajak ini.

Terakhir Fuad menyebutkan, ditahun 2021 ini Kabupaten Malang mendapat kucuran dana yang berasal dari DBHCHT senilai Rp 85 Miliar.

Untuk itu ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Malang dengan motto “Gempur Rokok Ilegal” untuk ikut berkontribusi bersama pemerintah memerangi peredaran cukai rokok ilegal di Kabupaten Malang.

Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai yang diselenggarakan Diskominfo sejak Hari Kamis Kemarin (14/10/2021) hingga jumat (15/10/2021) tersebut menghadirkan beberapa narasumber sebagai pemateri sosialisasi, diantaranya dari Internal Diskominfo, Anggota DPRD Kabupaten Malang serta perwakilan Kantor Bea Cukai type Madya Malang.

Sedangkan 100 peserta yang diundang berasal dari para pedagang, masyarakat Asosiasi Petani Tembakau Indonesia, Pemerintah Desa, RT/RW, Aparat Kecamatan se Kecamatan Bantur.

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
error: