DaerahEkonomi BisnisHeadlineMalang

Buka Taj Mart Sanusi : Sudah Tidak Zaman Bisnis Bermodal Lillahi Ta’ala

Malang,mitratoday.com – Bupati Malang, HM Sanusi mengingatkan bahwa saat ini sudah tidak zaman dunia bisnis hanya dengan mengandalkan modal dan hasil Lillahi Ta’Ala saja. Menurutnya semua harus jelas, mulai dari sisi permodalan maupun hasil yang diperoleh.

“Harus dihitung mulai permodalan, operasional termasuk bayar gaji pegawai serta pendapatannya, karena sudah bukan jaman lagi mengandalkan Lillahi Ta’Ala. Manajemen harus profesional dan ditata bagus, perkara nanti hasilnya mau disumbangkan, terserah, karena jika tidak ya tunggu saja kebangkrutan,” kata Sanusi saat meresmikan toko Modern Taj Mart Pakis, Senin (31/1/2022).

Kendati demikian, Sanusi memuji atas usaha yang dilakukan MWC NU Pakis dengan membuka gerai toko ritel Taj Mart tersebut. Menurutnya hal menjadi pertanda bangkitnya ekonomi masyarakat. Disisi lain keterlibatan kalangan usaha untuk berkolaborasi dengan NU sangat bermanfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

Saat ini, lanjut Sanusi sudah saatnya masyarakat untuk bangkit mengembangkan perekonomiannya masing-masing. Antara urusan dunia dan akhirat, sebut Sanusi harus dilakukan secara berimbang.

“Tidak wiridan tok tapi pekerjaan ditinggal, harus ikhtiar dan berusaha. Kata Presiden Jokowi kita harus kerja dan kerja, agar memperoleh penghasilan, perkara besar kecilnya sudah di atur Allah,” tandas Sanusi.

Hal tersebut terang Sanusi juga berlaku bagi NU , terutama Fatayat maupun Ansor. Dengan kerja sama dan gotong royong kata Sanusi semuanya pasti bisa.

“Ojok njagakno dan mulai sekarang NU ojok nggawe proposal , harus mandiri lewat kerja sama dan gotong royong,” tutup Sanusi.

Peresmian Taj Mart itu sendiri dilakukan dalam rangkaian perayaan Hari Lahir NU ke 96 tahun. Menurut Sanusi baru di Kecamatan Pakis berdiri toko retail Taj Mart seperti ini.

Pewarta : Sigit

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button