Demi Menjawab Persoalan Kesehatan DTPK, Ini Kata Johan Sunet

Pewarta : Ekdar Tella

Maluku,Mitratoday.com-Nusantara Sehat atau yang biasa disingkat dengan sebutan NS ini merupakan program canangan pemerintah pusat melalui kemeterian kesehatan RI.

Program ini terlaksana sejak tahun 2014 hingga saat ini. Tujuan dari pencanangan program ini adalah, untuk menjawab persolan-persoalan kesehatan khusunya pada Daerah-Daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK), yang hingga kini tak terselesaikan akibat belum tersentuh dan atau belum terlayani dengan maksimal.

Kematian ibu dan bayi, persalinan dukun, gizi kurang hingga gizi buruk, stunting, sanitasi / air bersih, jamban keluaga, rumah sehat, semua persolan kesehatan yang komplit seperti ini, yang kemudian ditambah dengan  Angka Harapan Hidup sangat Ditententukan oleh baik tidaknya atau dengan kata lain kualitas dari proses pelayanan primer inilah yang menjadi tujuan dari program dengan singkatan NS ini.

Hal ini di sampaikan Oleh Koordinator Alumni Nusantara Sehat Maluku, Johan Sunet Kamis (/11/3/21/) pukul 19.00. Wit, melalui Telefhon Selularnya.

Menurut Johan Sunet, keadaan letak gografis, rentang kendali, serta medan yang berat, ditambah dengan faktor penunjang kehidupan dasar lain diantaranya, Air Bersih, Penerangan (PLN), Sistem Komunikasih (Jaringan) serta sarana transportasi inilah yang kemudian menjadi alasan ketertinggalan dalam hal pelayanan kesehatan pada suatu daerah atau wilayah.

Dengan kondisi seperti ini, banyak tenaga kesehatan yang menajdikannya sebagai alasan penolakan untuk melakukan penugasan. Kondisi ini bukanlah Cerpen diatas kertas atau Sinetron Dilayar TV, atau bukan juga sebuah Ilusi melainkan Ini adalah sebuah keadaan yang nyata dan terjadi diwilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.”Tandasnya.

Keadaan inilah yang kemudian menjadi aktor utama dalam hal lambannya peningkatan dan atau pengembangan suatu wilayah hingga mengakibatkan keterpurukan yang berjenjang bagi Daerah-Daerah tersebut. Kata Korordinator Alumni Nusantara Sehat Maluku ini.

Sambungnya, hingga kini masih jarang bahkan belum ada Daerah yang melihat persoalan ini sebagai sebuah problem besar bagi mereka, kemudian mau berusaha untuk menyelesaikannya secara prioritas.

Padahal sebenarnya persoalan ini adalah persoalan hajat hidup masyarakat secara totlitas yang sifatya sangat mendasar.

Berbeda dengan Pemerintah Daerah, Pemerintah pusat lewat lembaga kementerian kesehatan republik indonesia malah melihat ini sebagai sebuah peluang inovasi dalam hal hal pelayanan kesehatan. Dengan menggandeng kementerian atau lembaga lain diantaranya Lembaga Pelatiahan Kesehatan Tentara Nasional Indonesia.

Disinilah Fisik, Mental, Akhlak, Emosional, serta Spiritual para peserta tenaga kesehatan yang direkrut dari seluruh wilayah NKRI kemudian Digodok dilatih demi untuk mematagkan sikap disiplin, Sikap Nasionalisme, Serta Kepribadian dalam diri dan menumbuhkan Sifat Korsa (kerja sama) demi menjawab tantangan kehidupan pada wilayah dan atau Daerah-daerah Terpencil Pedalaman dan Kepualauan yang belum diperhatikan oleh masing-masing pemerintah daerah tersebut.”Bebernya.

Meskipun sangat jelas tertuang dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah yang mengamanatkan bahwa Kesehatan adalah urusan wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten Kota. Namun realita yang kita jumpai hingga saat ini, masih sangat banyak daerah-daerah yang belum mampu mengatasi maupun menyelesaikan masalah-masalah kesehatan di wilayahnya.

Dengan kondisi inilah maka saya berharap sangat, kepada Kepala-kepala Daerah Khusnya untuk wilayahnya yang  masuk dalam kategori Terpencil, Pelosok, dan Kepulauan, Harusnya Welcome alias Membuka tangan dalam menerima program ini.”ucap Johan Sunet

Ia juga menjelaskan jika dengan adanya program ini, persoalan pelayanan kebutuhan dasar dalam hal ini masalah kesehatan diantaranya, kematian ibu dan bayi, meningkatya persalinan dukun, gizi kurang hingga gizi buruk, stunting, sanitasi / air bersih, jamban keluaga, rumah sehat, semua persolan kesehatan yang komplit seperti ini, dapat teratasi.

Selain persoalan-persoalan kesehatan dapat teratasi, kesediaan Bapak Ibu Kepala Daerah dalam merespon dan atau menerima peluang program Nusantara Sehat inipun, merupakan langkah yang sangat baik dan bijak, sebab dengan begitu maka, akan membuka peluang kerja bagi para generasi-generasi didaearah melalui proses penerimaan kerjasama ini.

Jadi selain masalah-masalah kesehatan dapat teratasi, kebijakan bapak ibu ini sekaligus bagian dari kinerja nyata dalam mengurangi angka daftar pengangguran.”Tutup Johan.

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close