DaerahLampung Utara

Di Duga Ada Proyek Asal Jadi Di Desa Sukamaju

Penulis : Elva

Lampung Utara,Mitratoday.com-Mansuri Camat Abung Tinggi Lampung Utara saat di konfirmasi mengenai pekerjaan siring pasang dan Sumurbor Di Desa Sukamaju Kecamatan Abung Tinggi kabupaten lampung Utara, Senin (04/05/2019) menyampaikan bahwa ia baru membaca berita tentang Desa Sukamaju.

“Saya baru baca berita tentang Desa Sukamaju, dan saya akan segera Turun kelokasi. Waktu serah terima, menurut Pendamping Desa dan Pendamping technis tim monep dari kecamatan sudah turun langsung ke lokasi. Pada saat itu memang pekerjaannya bagus tapi tidak tahu saat ini kami gak pernah turun lagi.”ujar Camat.

Sejumlah pekerjaan proyek Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa ( ADD), Tahun 2019 di Desa Sukamaju Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten lampung Utara diduga kuat dikerjakan tidak sesuai aturan alias asal-asalan. Terungkapnya saat awak media Turun ke lokasi.

Seperti contohnya, pengerjaan Pembangunan drainase di Dusun 04 Desa Sukamaju Kecamaya Abung Tinggi, pembangunan Drainase terkesan asal jadi. Bahkan pembuatan Sumurbor di desa Baru 2 Dua bulan sudah Tidak Berfungsi.

Ditempat yang sama, nampak jelas pembngunan siring pasang hannya  dipasang batu berdiri dan diantara susunan batu berdiri serta dasaran dudukan batu tidak ada adukan semen, sehingga Baru seumur jagung sudah hancur.

Dan tentu saja walaupun ditutupi pada bagian muka Siring pasang-pasangan agar terlihat pura-pura  pakai adukan,  maka konstruksi talud tersebut tidak akan kuat dan mudah ambrol karena pada bagian tengah pasangan Drainase terlihat tidak ada adukan semen dan pasir.

Parahnya lagi,  masih kata narasumber,  banyak pasangan adukan batu  hanya menggunakan tanah. “Banyak pasangan batu agar cepat selesai diisi dengan tanah, bukan menggunakan adukan semen, “ungkapnya.

Sejumlah warga saat dikonfirmasi secara terpisah menyayangkan pekerjaan proyek yang ada di Desa Sukamaju Dusun 04. Pasalnya meski proyek dikerjakan asal jadi namun pihak pengawas Dinas serta pendamping desa terkesan melakukan pembiaran.

“Proyek seperti itu kok dibiarkan. Jangan-jangan ada main mata dengan dinas serta pengawas pendamping desa,”ujar salah satu warga yang enggan ditulis namanya.

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button