DaerahHeadlineJambi

Di duga Penggunaan Dana DD Desa MalapariTak Tepat Sasaran dan Terkesan Asal – asalan

Batang hari | mitratoday.com – dalam upaya mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah sampai ke pelosok desa pemerintah telah menggelontorkan uang dengan nilai yang cukup pantastis dana yang bersumber dari APBN di transfer langsung ke rekening desa masing-masing setiap desa menerima dana hampir rata-rata satu milyar rupiah belum lagi di tambah dengan dana ADD yang berasal dari PAD. dana tersebut di utamakan untuk pembangunan infrastruktur demi pemerataan ekonomi masyarakat. Namun sangat di sayangkan jika dana desa tersebut di gunakan tak tepat sasaran apalagi jika ada oknum oknum yang punya niat untuk meraup keuntungan dari dana desa tersebut ini sangatlah merugikan masyrakat oleh karena itu penggunaan dana desa hendaknya di awasi oleh semua pihak terutama masyarakat setempat janganlah takut untuk melaporkan jika melihat dugaan penyimpangan dalam penggunaan dana desa. Desa malapari kecamatan muara bulian kabupaten batang hari adalah salah satu desa yang mendapatkan bantuan DD namun sangat di sayangkan dalam pengelolaan dana desa tersebut di duga tidak tepat sasaran dan juga sebagian dikerjakan terindikasi asal asalan. Sebagaimana yang di sampaikan oleh salah satu warga desa malapari yang namanya tak mau di tuliskan. Warga tersebut mengatakan tahun 2017 ini desa malapari membuat pagar pengaman areal persawahan para petani desa malapari sepanjang 3 km. (3000 m) karena di desa malapari banyak kerbau milik masyarakat yang selalu lepas berkeliaran. pagar di buat tiang cor beton dan kawat berduri namun kami lihat tiang tersebut tidak kuat coran tidak padat dan tiang yg masuk kedalam tanah paling antara 25 hingga 30 cm sementara ini pagar untuk penghalang kerbau sedangkan tiang yang ada sekarang di goyang sedikit saja bisa rubuh bagaimana kalau nanti yang menyenggol pagar tersebut adalah kerbau, kemudian dana desa di anggarkan untuk menggali sumur air bersih untuk warga desa malapari. Padahal PDAM sudah mulai melakukan pemasangan pipa dalam beberapa bulan lagi air dari pipa PDAM sudah mulai mengalir jadi untuk apa sumur di buat kan ini mubazir saja kata warga yang namanya tak mau di tulis. Dari keterangan warga kami mencoba untuk komfirmasi kepada kepala desa malapari namun berapa hari di cari ASNAWI sebagai kepala desa tidak bisa di temui kemudian kami mencoba untuk menghub pihak TPK namun saat di hub no ponselnya bernada tidak aktif.(usman yusup).

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button