DaerahHeadlinemalukuPapua

Di Nabire Papua, IKEMAL Dan Ormas Kerukunan Seram Alune Wemale Adakan Pertemuan

Pewarta : Elva

Nabire,mitratoday.comPertemuan antara Panitia Pelantikan Badan Pengurus Ikatan Keluarga Maluku, Cabang Nabire masa bakti 2021-2026 yang diwakili oleh Achmad Gujai dengan Riskie Wemay selaku Ketua Ormas Kerukunan Seram Alune Wemale dilaksanakan di kediaman Riskie Wemay yang bertempat di Desa Nabarua, Kecamatan/distrik Nabarua, Kabupaten Nabire Provinsi Papua beberapa hari lalu.

Pertemuan ini bertujuan untuk membahas upaya persiapan pelantikan Kepengurusan Ikatan Keluarga Maluku yang nantinya diselenggarakan pada tanggal 27 November 2021 mendatang.

”Bekerja dengan tulus tanpa memandang suku dan agama, Panggilan Tuhan untuk mengabdi itu lebih baik daripada panggilan manusia, Salam Persaudaraan Alune Wemale Nusa Ina Pulau Ibu, Pele Putus Malintang Pata” merupakan slogan anak rantau yang berasal dari masyarakat Pulau seram maupun lainnya di tanah Papua.

Hal ini menggambarkan kebersamaan antar hidup orang saudara yang harus tetap dijaga dan terus dipupuk dari generasi ke generasi. Mengingat jumlah masyarakat Seram Bagian Barat yang berada di Nabire Papua amatlah banyak.

Riskie Wemay saat dikonfirmasi media ini, Minggu (7/11/21), mengatakan bahwa sementara ini ia selaku Ketua Ormas Kerukunan Seram Alune Wemale beserta lainnya sudah melakukan pertemuan guna membahas masalah persiapan pelantikan nantinya.

“Untuk sementara kita berkoordinasi dengan berbagai pihak membahas hal-hal mengenai pendanaan, dan masalah teknis sudah di siapkan oleh IKEMAL,” Ujar Wemay.

Lanjutnya, Ketua pengurus IKEMAL nantinya juga akan menghadiri acara ulang tahun Ormas Kerukunan Seram Alune Wemale yang di nahkodai Riskie ini.

Selaku Ketua Ormas Kerukunan Seram Alune Wemale, Riskie juga berharap kepada seluruh Masyarakat yang berasal dari Alune dan Wemale yang berkediaman di rantau orang maupun di Pulau Seram, Islam, Kristen agar kiranya menyatukan persepsi untuk bagaimana sama-sama menjaga solidaritas, saling ‘Baku kele’ membangun Maluku.

Di kesempatan yang sama, Wemay mengharapkan agar kiranya selaku masyarakat adat tetaplah menjaga eksistensi masyarakat adatnya sendiri,”meskipun kita jauh di rantau orang, namun tetaplah menjaga dan melindungi adat kita itu.”ucapnya.

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
error: