Bengkulu SelatanDaerahHeadlinependidikan

Dibawah Kepemimpinan Novianto, Dunia Pendidikan Di Bengkulu Selatan Tercoreng

Bengkulu Selatan,mitratoday.com – Kepemimpinan Novianto selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Selatan dianggap gagal dalam mewujudkan program sekolah Gratis.

Pasalnya, salah satu sekolah Taman Kanak-kanak Negeri di Bengkulu Selatan di duga memungut biaya pembelian Ijazah dengan nominal Rp 100.000 dan lainnya hingga mencapai Rp 320.000.

Berikut rincian dugaan pungutan :

  1. Sewa Baju wisuda Rp. 50.000
  2. Pas foto Rp 20.000
  3. Foto pakai baju wisuda 2 Lembar Rp 40.000
  4. Administrasi Tabungan Rp. 30.000
  5. Ijazah Rp 100.000
  6. Biaya Perpisahan Rp 15.000
  7. Biaya kenangan- kenangan/main diluar Rp. 50.000/ orang
  8. Hadiah Anak Rp 15.000
    Total keseluruhan Rp 320.000 Ribu.

Guna meminta penjelasan dari Kepala Dinas Pendidikan, pihak media ini mengkonfirmasi melalui Watshap, namun Kepala Dinas belum memberikan jawaban hingga berita di terbitkan.

Adanya dugaan biaya pembelian Ijazah dan lain sebagainya tersebut, sangat disayangkan di masa kepemimpinan Gusnan Mulyadi sebagai Bupati Bengkulu Selatan dianggap gagal dalam mewujudkan program sekolah gratis.

Rudi Herianto, salah satu masyarakat Bengkulu Selatan menyayangkan kejadian tersebut, apa lagi menurutnya tidak bisa mewujudkan program sekolah gratis.

“Dengan adanya pembayaran uang Ijazah tingkat TK sangat disayangkan, kepemimpinan Bupati Gusnan Mulyadi gagal dalam mewujudkan sekolah gratis dan juga Novianto selaku Kadis Pendidikan gagal dalam mewujudkan program tersebut,” Jelas Rudi.

Mengingat, sebelumnya Novianto menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Selatan di era Bupati Dirwan Mahmud dan wakil Bupati Gusnan Mulyadi.

Waktu itu, pada 14 November 2017 yang lalu terindikasi salah seorang Oknum pegawai Dikbud di duga melakukan pemotongan gaji Guru TK.

Pewarta : Julian

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button