CirebonDaerahHeadlinependidikan

Diduga Oknum Guru SMP Negri 2 Klangenan Kabupaten Cirebon Lakukan Kekerasan Fisik Terhadap Murid

Cirebon,mitratoday.com – Oknum Guru SMP Negeri 2 Klangenan Kabupaten Cirebon Jawa Barat, diduga telah melakukan kekerasan fisik terhadap murid-muridnya di sekolah.

Dalam rekaman video berdurasi 1 menit 3 detik tersebut, Terlihat Oknum Guru SMPN 2 Klangenan melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap beberapa murid nya, kejadian ini diduga bertempat di sekolah pada saat jam pelajaran sekolah.

Dari informasi yang didapat, menurut salah satu teman kelas yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, Sebelum kejadian kekerasan tersebut, murid-murid ini di jam pelajaran menabuh meja di kelas dengan cara memukul-mukul meja.

Kemudian oknum Guru yang mendengar perilaku murid nya ini, langsung emosi dan memanggil murid – murid yang bikin gaduh di kelas.

Dengan nada marah oknum Guru tersebut langsung memarahi dan menyuruh murid-murid maju ke depan. Kemudian langsung memarahi dan melakukan tindakan kekerasan fisik dengan cara menampar terhadap murid nya, kejadian ini pun disaksikan langsung oleh Murid lain nya di kelas.

Awak media mencoba mendatangi Kepala Sekolah SMPN 2 Klangenan dan menemui langsung Kepala Sekolah di ruang kerjanya guna mencari kebenaran kejadian tersebut.

Saat dikonfirmasi Kepala sekolah SMPN 2 Klangenan Cucu Hidayat pun membenarkan kejadian tersebut dan oknum Guru tersebut sudah di beri peringatan, “Itu saya sudah kasih peringatan dan pembinaan saat kejadian seperti itu, jangan sampai di lakukan di sekolah dan jangan sampai di ulangi lagi,” ujar Cucu Hidayat kepada awak media.

Cucu Hidayat menambahkan, maksud oknum Guru mungkin untuk menenangkan anak-anak agar tidak mengganggu kelas sebelah dan oknum guru ini emosi nya lagi tidak terkontrol, lalu melakukan tindakan seperti itu,” jelasnya.

Pewarta : Idris

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button