BlitarDaerahHeadline

DPR RI, Endro Hermono Bersama Dirjen Peternakan Dan Kesehatan Hewan Gelar Bimtek Terkait PMK

Blitar,mitratoday.com – Anggota DPR RI, Ir Endro Hermono bekerja sama dengan Kementerian Pertanian menggelar Bimbingan Tekhnis dalam rangka Peningkatan Kapasitas Petani atau Pelaku Usaha di Bidang Peternakan, Senin (18/07/2022).

 

Bimtek di hadiri Perwakilan Kepala Pusat Veteriner Farma, Kementerian Pertanian drh Sapto Rini, Sekdin Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar drh Yudha Satya Wardhana nara sumber drh Anas Agung Nugraha, drh Riris Dian We Wahyu.

“Sebagai Anggota DPR RI, saya mengapresiasi kepada Kementerian Pertanian dan Peternakan dalam hal ini Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan, karena dengan cepat tanggapnya melakukan sosialisasi terkait penyakit PMK yang saat ini sedang melanda hewan ternak.” Jelas Endro.

Kita sudah tahu bahwa Negara Indonesia ini adalah negara yang subur. Di sini tanaman apa pun yang di tanam bisa subur, tetapi Allah SWT kita bukan saja di beri tanah yang subur tetapi penyakit juga subur. Karena apa tingkat populasi manusia yang semakin hari semakin bertambah,” ungkap Endro Hermono.

Endro Hermono mengatakan bahwa ia masih ingat waktu masih sekolah jumlah penduduk Indonesia berjumlah 150 juta.

“Namun saat ini meningkat, dan itu juga mempengaruhi konsumsi makanannya termasuk konsumsi bakso nya dan juga mempengaruhi persediaan sapi dan Indonesia melakukan import daging sapi dari luar.” Jelasnya.

Pihaknya dari Komisi IV DPR RI sudah antisipasi serta mengingatkan Pemerintah, mengingatkan pada Kementrian agar berhati-hati untuk impor daging sapi.

“Memasukkan daging sapi jangan sampai Penyakit Mulut dan Kuku ke Indonesia,” jelas Endro.

Perlu juga di ketahui, ujar Endro penyakit Mulut dan Kuku itu sulit hilangnya bahkan sampai 50 tahun.

“Itu awalnya dari India dan kita import daging sapi dari sana, sampai-sampai Dirut Bulog mengutus staf nya kesana untuk memeriksa daging-daging sapi yang bebas PMK. Namun namanya manusia mungkin lalai atau gimana.” Tuturnya.

Oleh sebab itu, Endro Hermono politisi partai Gerindra ini mengatakan itulah bahayanya PMK dan ia sangat berterima kasih kepada para Nara sumber yang memberikan materi terkait PMK.

“Saya juga berpesan kepada para peserta Bimbingan Tekhnis, semua ilmu yang didapat, pengetahuan yang di peroleh saat jangan hanya berhenti saat setelah bimtek. Tapi sampaikan kepada tetangga, famili dan semua yang memelihara hewan ternak, terutama sapi dan kambing.” Tandasnga.

Endro Hermono sampaikan, untuk memutus peternakan di Kabupaten Blitar sangat tidak mungkin.

“Kita melakukan bimbingan tekhnis terkait Penanggulangan PMK ini dengan harapan Kabupaten Blitar bisa hilang, dan bebas dari PMK,” ucapnya.

Perlu juga di ketahui, tutur Endro untuk menghapus penyakit PMK, mengobati, dan menanggulangi PMK bukan tidak cukup dengan biaya yang kecil.

“Seluruh Indonesia di perlukan biaya 4,2 Trilliun, dan Kalau hanya Kementerian Pertanian dan Peternakan tidak mampu, makanya seluruh Kementerian terkait membantu. Akhirnya terkumpul Rp 4,6 Trillun untuk penaggulangan PMK di seluruh Indonesia.” Bebernya.

Terakhir Endro Hermono sampaikan, pihaknya Komisi IV mendesak Pemerintah untuk hadir di tengah para peternak guna membantu mensosialisasikan penyelesaian masalah PMK.

“Alhamdulillah titik penyelesaian sudah ada, salah satunya seperti bimtek. Mudah-mudahan dengan anggaran yang terkumpul di Pusat nanti mampu menyelesaikan masalah PMK. Kita juga minta kepada Pemkab Blitar dalam hal ini Dinas Peternakan untuk terus memantau dan berkerjasama membantu masalah ini,” tutup Endro.

Pewarta : Novi

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button