Dugaan Pembangunan Asal Jadi, Kades Batu Raja Kol Akui Pasirnya Tidak Berkualitas Bagus

Penulis : AV
Mitratoday.com–Terkait dugaan adanya pengerjaan asal jadi pada pembangunan jalan rabat beton Desa Batu Raja Kol, Kepala Desa Batu Raja Kol Suwondo ketika diKonfirmasi, ia malah menanyakan surat tugas wartawan media ini saat ingin wawancara terhadapnya.
“Surat tugas mana.”Kata kades dengan singkat, Senin (27/01/2020).
Kedatangan wartawan media ini bersama rekanannya ingin menkonfirmasi terkait pembangunan rabat beton yang di duga asal jadi di desanya.
Yang mana setelah pertama diterbitkannya persoalan pembangunan tersebut, Kepala Desa akui bahwa ia telah dipanggil pihak Inspektorat Kabupaten Bengkulu Utara untuk menindaklanjuti pemberitaan yang ada. Guna klarifikasi terkait pembangunan tersebut, yang mana rabat beton itu berdasarkan keterangan Kades, bahwa proyek itu menggunakan material pasir yang kurang berkualitas.
“Pasirnya Saja yang kurang berkualitas, Bukan kurang semen. Karena pada musim hujan sulit untuk mendapatkan pasir yang bagus.”Ujar kades.
Kemudian Kades juga membenarkan jikalau pembangunan rabat beton tersebut menggunakan Dana Desa.”Betul rabat beton itu menggunakan Dana Desa, Saya koordinasi kepihak yang berwenang guna menindaklanjuti rabat beton itu bagaimana bagusnya dan juga kita klarifikasi mengenai soal gambar, dan Kalau panjangnya 170 M, Kalau ketebalannya berpariasi mulai dari 8,13, hingga 15 CM di kalkulasi jadi 15.”Kata Kades.
“Kalau masalah kurangnya semen untuk coran itu, karena pasirnya saja yang jelek dan kami hari ini sudah koordinasi ke inspektorat kalau ada kerugian negara kita siap menindaklanjuti.”Jelas kades.
“Masalah papan merk, dulunya kita pasang kemungkinan proyek selesai ada yang melepasnya, dan baleho APBdes kita ada kok tapi setelah tanggal 31desember 2019 kita copot, lagian pula masyarakat jarang membacanya.”Ucap Kades.
Dalam hal ini juga Insarwan, ST selaku pendamping desa mengakui bahwa pihaknya memang sudah melakukan sertipikasi.
“Kami sertifikasi kemarin dua titik disana itu, dan catatannya ada di desa.”Pungkas Insarwan.
Namun dalam hal itu juga, ada beberapa masyarakat berharap Kepala Desa bisa memikirkan masyakat kecil untuk di Desa Batu Raja Kol. Yang mana kalau pelaksanaan pengerjaan proyek desa untuk dapat melibatkan yang bukan orang-orang dekat kades saja.”Kami juga bisa nukang! orang-orang yang susah ini, jangan orang-yang dekat pak kades saja yang di pekerjakan. Kami ingin pak kades ini jadi pemimpin yang memikirkan masyarakatnya jangan tebang pilih.”Ungkap Salah satu masyarakat yang tidak ingin disebutkan namanya.
“Menurut saya masalah papan merk dari dulu memang saya tidak pernah melihat, padahal saya pernah ikut kerja bikin bangunan aula di samping kantor desa, tidak melihat adanya papan merk, dan sampai sekarang saya tidak tahu berapa dananya, kabarnya sih besar.”Cetus masyarakat.
Harapan kami untuk Dana Desa ini buatlah sesuai aturan dan peraturan yang ada kumudian libatkanlah masyarakat.”Keluhnya.
Ketua Bpd sekarang juga berharap pemerintahan desa bisa berkerjasama dengan baik.”Untuk persoalan pekerjaan desa 2019 kita tidak tahu pak,”Tandas ketua BPD yang baru menjabat ini.