DaerahHeadlineJawa Tengah

Fikri Faqih : Bahasa Tegal Termasuk dari 25 Bahasa yang Aman

Kota Tegal,mitratoday.com – Komisi X DPR RI berkolaborasi dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Pusat menggelar kegiatan Diseminasi Program Kebahasaan dan Kesastraan, di Bahari Inn Hotel, Kota Tegal, Sabtu (30/8/2025).

Hadir sebagai narasumber Anggota Komisi X DPR-RI, Abdul Fikri Faqih, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, dan Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, serta diikuti oleh tenaga kependidikan, duta bahasa, media dan komunitas literasi.

Melalui kegiatan ini, Abdul Fikri Faqih berharap ada bahasa lokal dari Tegal yang bisa menjadi produk kebahasaan dan kesastraan. Menurut laporan yang ia terima bahwa bahasa Tegal selain sudah dilestarikan juga bahasa Tegal kini sudah pengembangan seperti ke sastra. Ini merupakan inovasi dan pengembangan bahasa yang mungkin di bahasa daerah lain tidak dilakukan,” ujar Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS dalam keterangannya kepada media, Sabtu (30/8/2025).

Fikri menyebut dari 718 bahasa daerah yang kita miliki, ada 11 bahasa tercatat yang sudah punah, ada yang kondisinya kritis, ada juga kondisinya rentan, dan yang aman hanya ada 25 bahasa, salah satunya adalah bahasa Tegal. Oleh karenanya, dirinya berupaya bukan hanya sekadar diseminasi saja, melainkan ada tindak lanjut.

“Sebelumnya, kita sudah ada diskusi dan ada skema bagaimana caranya supaya bahasa daerah ada produk nyata, salah satunya yang sudah dikerjakan oleh komunitas adalah dengan membuat terjemahan Al-Quran dengan bahasa Tegalan,” ungkap Fikri.

Selain itu, Fikri juga akan menggelar diskusi dengan mengundang komunitas budaya dan bahasa dari Cirebon, dan Banyumasan,” tabahnya.

Kepala Pusat Pengembangan Bahasa, Dora Amalia mengatakan untuk status bahasa Tegal ini sebetulnya merupakan salah satu dari 25 bahasa yang aman, karena ada rumpun pusatnya yaitu bahasa Jawa.

Ia menjelaskan khusus untuk bahasa Jawa dengan dialek Tegal ini adalah termasuk dalam bahasa yang statusnya aman, tetapi walaupun masih statusnya aman, tapi sudah mulai bergeser, misalnya penutur yang lebih muda itu susah tidak menggunakan lagi atau bahasa Tegal ini lebih terbatas ranah penggunaannya yaitu hanya di ranah keluarga saja,” terang Dora.

Dora berharap ada dukungan dari media. Menurutnya, media ini juga sangat berperan, dan merupakan salah satu cara untuk pelindungan bahasa yang sangat efektif.

(Hartadi)

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button