Fokus Pembinaan Usia Dini, Soal Target Jangan Muluk-Muluk

Penulis : Sigit

Malang,Mitratoday.com-Asprov PSSI Jatim meminta kepada pengurus Askab PSSI Kabupaten Malang untuk tidak memasang target yang muluk-muluk dan lebih fokus ke pembinaan atlet sepak bola usia dini.

Hal ini diutarakan Ketua Asprov PSSI Jatim Ahmad Riyadh saat melantik pengurus baru Askab PSSI Kabupaten Malang di Hotel Tychi Kota Malang kamis (10/6/2021).

Ahmad Riyadh mengaku, kepengurusan baru dibawah kendali ketua yang baru Agus Saadullah, sepak bola di Kabupaten Malang akan semakin berkembang.

“Saya tekankan agar kita fokus ke pembinaan usia dini, selain itu juga memperbanyak lapangan yang representatif dan kualitasnya bagus  agar pembinaan tersebut bisa membuahkan hasil atlet sepak bola yang berkualitas,”ujar Ahmad Riyadh.

Soal pembinaan atlet sepak bola usia dini, lanjut Ahmad Riyadh, sangat penting dilakukan saat ini, lantaran sejauh ini ajang kompetisi sepak bola di Jatim sendiri masih sangat minim. Setahun, kata Ahmad Riyadh hanya dua kali dilakukan,padahal idealnya selama setahun minimal ada 25 kali pertandingan.

“Selain itu sarana prasarana seperti lapangan yang bagus seperti di desa Wonoayu Wajak tersebut harus diperbanyak, dan kondisi lapangannya tidak berlubang, sehingga jika digunakan maka akan cepat membuahkan hasil berupa atlet sepak bola handal,”pungkas Ahmad Riyadh.

Hal sama diterangkan Ketua Askab PSSI Kabupaten Malang Agus Saadullah . Senada dengan Asprov Jatim, saat ini pihaknya juga tengah serius melakukan pembinaan atlet sepakbola usia dini. Bahkan, kata Saadullah pihaknya baru saja melakukan seleksi Timnas U-16.

“Hasilnya sebanyak 2 Atlet Sepak bola asal Kabupaten Malang saat ini sudah masuk di skuad Timnas U-16,”ujar Saadullah.

Hal ini, imbuh Saadullah menandakan bahwa Kabupaten Malang menjadi gudangnya atlet sepakbola berbakat.

Selain itu lanjut Saadullah pihaknya juga akan kerjasama dengan sekolah-sekolah dan dunia pendidikan di Kabupaten Malang untuk mencari talenta berbakat sepakbola

Agar pembinaan berjalan maksimal,terang Saadullah pihakya juga telah membagi empat wilayah yakni Timur, Barat, selatan dan Utara.

Ditimur, beber Saadullah seperti di wilayah Tumpang  di selatan seperti di Wilayah Turen, Disisi Utara mulai Singosari, sedangkan di Barat mulai wilayah Dau.

DiKabupaten Malang sendiri, ulas Saadullah, hampir semua wilayah dikenal menjadi gudang atlet bola berbakat namun yang paling banyak, didominasi dari wilayah Dampit,Tumpang,Singosari, Lawang,Pujon yang diketahui bahwa pembinaan SSB di daerah tersebut dikenal cukup bagus.

“Selain pembinaan kita juga akan berkolaborasi dengan desa-desa yang punya lapangan bola, untuk didorong agar di jadikan lapangan representatif dengan kualitas tanah dan rumput yang bagus  agar program pencarian dan pembinaan bibit sepakbola dapat tercapai,”tutup Agus Saadullah.

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Back to top button
Close
Close