Gandeng MOI, KPU Provinsi Bengkulu Gelar Sosialisasi

Pewarta : Sugiasta

Bengkulu,Mitratoday.com-Bertempat di dapur senandung, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bengkulu bersama Media Online Indonesia (MOI) melaksanakan sosialisasi pemilihan gubenur dan wakil gubenur Provinsi Bengkulu tahun 2020 dengan tema “Peran media dan pemuda dalam mensukseskan pemilu Bengkulu 2020”.

Dalam hal ini, Emex Virzoni, SE Perwakilan KPU Provinsi Bengkulu menyampaikan bahwa ada 12 kebiasaan baru yang akan diterapkan di TPS pada pemilu 09 Desember 2020 :

  1. Jumlah DPT di TPS yang sebelumnya berjumlah 800 orang, saat ini hanya dibatasi menjadi 500 orang. Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadinya kerumunan.
  2. Akan dilakukan rapid test kepada petugas KPPS, dan bagi petugas yang reaktif maka akan diganti.
  3. Seluruh petugas KPPS akan dilengkapi alat pelindung diri.
  4. Dilakukan peyemprotan disinfektan secara berkala di TPS untuk menjami bersih dari covid-19.
  5. Pengukuran suhu tubuh baik kepada pemilih maupun petugas KPPS.
  6. Bagi pemilih yg panasnya lebih dari 37⁰ maka akan disediakan bilik khusus.
  7. Saat mengisi daftar hadir, pemilih akan diberikan kaos tangan plastik sekali pakai.
  8. Tinta pemilu diteteskan kejari pemilih tidak seperti dulu yang dicelupkan.
  9. Petugas dibekali APD lengkap atau asmad.
  10. Pasien dirumah sakit tetap dilayani hak pilihnya jika yang bersangkutan ingin menyalurkan hak pilihnya.
  11. Pada surat pemberitahuan pemilih telah tertera jam pemilih agar pemilih tidak menumpuk di TPS.
  12. KPU menyediakan masker untuk masyarakat yang tidak membawa masker.

“Dengan semua ikhtiar yang dilakukan KPU, maka masyarakat tidak perlu lagi khawatir untuk menyalurkan hak pilihnya. Karena KPU menjamin aman dari covid-19, dan diharapkan semuanya selalu mematuhi protokol kesehatan yang telah disediakan KPU.”Terang Emex, Kamis (29/10/2020).

Selanjutnya Tokoh Pemuda mewakili organisasi cipayung dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Ifansyah Putra, M.H Menyampaikan bahwa ada delematis terhadap pihak KPU dalam melaksanakan pemilu tahun ini.

“Ada delematis KPU, apakah kita biarkan daerah tanpa pemimpin yang definitif atau kita biarkan masyarakat terjangkit covid-19 (jika tidak taat akan  protokol kesehatan yang ada). Namun, dengan 12 kebiasaan baru di TPS, maka saya yakin pemilih aman dalam meyalurkan hak pilinya di pemilu 09 desember 2020 nanti.”Kata Ifan.

Kemudian Ifan mejelaskan bahwa peran pemuda dalam mensukseskan pemilukada 9 Desember tahun 2020 sangat dipentingkan.

“Tentunya, peran kita selaku pemuda dalam mensukseskan pemilukada di 9 Desember tahun 2020 sangat dipentingkan, apalagi kita sebagai organisasi. Seperti melaksankan sosialisasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan pemilukada ditengah covid-19.”Ujar Ifan.

Dalam kesempatan ini juga Karto Hadi selaku ketua DPW Media Online Indonesia (MOI) Provinsi Bengkulu menyampaikan agar wartawan bengkulu tetap menjaga netralitasnya dalam pemilu di Provinsi Bengkulu.

“Netralitas kita selaku media menjadi hal utama ditengah berjalannya pemilukada tahun 2020, khususnya pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu. Saya mengajak teman-teman media tetap berada di jalurnya secara sehat, sehat secara menulis dan sehat dalam menyampaikan karya.”Tandas Hadi.

“Dan terimakasih saya ucapkan kepada semua yang hadir dalam acara ini, baik kepada penasehat MOI, pihak KPU, Cipayung, LSM, dan rekan pers.”Ucap Hadi.(Adv).

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close