DaerahHeadlineLampungLampung Tengah

Gedung Aji Bergerak, 800 Meter Badan Jalan Membedah Mimpi Dengan Gotong Royong

Pewarta : Iswan

Lampung Tengah,mitratoday.com-Keterbatasan anggaran tidak menjadi batu sandungan Kampung Gedung Aji, Kecamatan Selagai Lingga, Lampung Tengah, Bersama warga Kepala Kampung setempat,

Puluhan tahun jalan penghubung antara Kampung Gedung Aji dan Margajaya dipenuhi kayu dan belukar. Dengan semangat gotong royong dan dukungan warganya, Dwi Novian Saputra, Selaku Kepala membuat badan jalan tembus penghubung dengan Kampung Margajaya.

“Alhamdulillah Pembukaan badan jalan baru di wilayah dusun 3 kampung Gedung Aji sudah dilaksanakan, Ini bisa terlaksana berkat dukungan warga. Kedepan Tinggal perapihan,” Kata Novi.

Selain Jalan penghubung antar Kampung, Badan Jalan ini merupakan akses utama di dusun tiga untuk mengeluarkan hasil bumi di Kampung Gedung dan Margajaya.

“Jalan ini menjadi jalan akses usaha tani dan merupakan jalan penghubung antara kampung gedung aji – kampung marga jaya. Saya sangat berterima kasih kepada earga, Melihat semangat mereka tidak ternilai rasanya perjuangan dalam membangun Kampung kami,” Jelasnya.

Pembukaan badan jalan sepanjang 800 meter ini, menjadi dasar dalam perencanaan yang akan di musyawarahkan dalam rencana pembangunan Kampung Gedung Aji Kedepan.

“Seluruh kegiatan ya kita musyawarahkan terlebih dahulu, melibatkan warga dan berbagai tokoh di kampung dalam melakukan peningkatan mutu,”tegasnya.

Mahmudin, Tokoh masyarakat Gedung Aji, mengaku kegiatan ini hasilnya luar biasa. Berbagai keluhan di bidang infrastruktur, ternyata dapat diselesaikan sendiri oleh masyarakat bersama para pemimpin di Kampung secara gotong royong.

“Kebutuhan sarana dasar yang kurang memadai selama ini, selalu ditunggu. Tapi keterbatasan anggaran ADD tidak membuat kita berdiam diri. Kalau baik untuk masyarakat umum, Kami warga wajib mendukung,” Imbuhnya.

Melalui proyek pemerintah kabupaten atau provinsi dan menjadi kegiatan yang terlepas dari partisipasi masyarakat, mereka hanya menjadi penonton. Kini pembangunan kebutuhannya dapat dikerjakan sendiri melalui swakelola.

Kegiatan, Lanjutnya, membangun Kampung kini kembali menjadi milik masyarakat sendiri. Modal membangun melalui sistem proyek selama ini hanya dapat berjalan karena adanya dana.

“Tetapi semangat gotong royong menjadi modal utama pembangunan bagi masyarakat Kampung, karena adanya keterbukaan dari pemimpinnya yang menimbulkan kepercayaan warga kampung itu menjadi semangat bekerjasama untuk Gedung Aji ke depan lebih baik,”Tutupnya.

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button