DaerahHeadlineLampungLampung Tengah

Gelar Doa Bersama dan Potong 3 Tumpeng, Ketua DPRD Doakan Muktamar Berjalan Dengan Aman

Pewarta : Iswan

Lampung Tengah,mitratoday.com – Gelar doa bersama dan potong 3 tumpeng dengan para Kiyai NU, Ketua DPRD berharap Muktamar ke 34 di Kabupaten Lampung Tengah, Dapat berjalan aman dan damai.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Lampung Tengah, Sumarsono disela kegiatan tersebut, Dirinya mengatakan potong tumpeng dan doa bersama ini digelar supaya kegiatan Muktamar dapat berjalan dengan lancar.

“Ya kita berdoa supaya kegiatan Muktamar NU ini bisa berjalan dengan aman dan lancar, Suka Tidak Suka pendiri NU inilah yang yang menyetujui piagam jakarta menjadi dasar negara kita Indonesia,” Kata Sumarsono.

Pendiri NU KH Hasyim Ashari bagi Sumarsono merupakan sosok Nasionalis, Yang menyerukan Jihad pada Perang 10 November untuk mempertahankan Kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Kalau hanya dengan tiga tumpeng dan ratusan nasi kotak ini kan gak ada apa-apa nya. Dengan apa yang di lakukan pendiri NU yang menyerukan jihad untuk mempertahankan kemerdekaan RI kala itu, Dan dari seluruh penjuru Indonesia ini datang berbodong-bondong ke Surabaya untuk menyerbu Sekutu pada saat ini,” Jelasnya.

Sebagai Ormas terbesar di dunia, Kata Sumarsono, Nahdatul Ulama memiliki anggota di seluruh dunia. Kebetulan Lampung Tengah, Menjadi tuan rumah. Dan PDI-P berkantor tidak jauh dari tempat kegiatan, jadi hal yang wajar menjamu para warga Nahdiyin yang hadir di kegiatan tersebut.

“Besar harapan saya di Muktamar NU ke 34 ini, Akan mendapatkan Pemimpin yang visioner, Nasionalis Tulen, dan betul-betul mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia ke depan. Dan Untuk yang terpilih, Semoga bisa, berkhidmat untuk bangsa dan Negara. Sehingga NU bisa Semakin Jaya serta NKRI semakin berdaulat,” tutup Sumarsono.

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
error: