Home » Daerah » Gema Desa, Bupati Malang Optimis Poncokusumo Kembali Berjaya

Gema Desa, Bupati Malang Optimis Poncokusumo Kembali Berjaya

Penulis : GT
Editor   : Redaksi

Malang,Mitratoday.com-Pelan tapi pasti , wilayah Kecamatan Poncokusumo mulai bangkit. Sempat berjaya beberapa tahun lalu , wilayah Kecamatan Poncokusumo sempat terpuruk pasca terkena dampak erupsi gunung Bromo yang meluluhlantakan sendi perekonomian pertanian masyarakat disana.

Kini Semua desa di wilayah kecamatan yang berada di kaki gunung Bromo tersebut sudah tumbuh dengan tingkat perekonomian yang lebih baik. Hal ini diakui Bupati Malang HM.Sanusi saat menggelar Gerakan Masyarakat Membangun Desa (Gema Desa) senin (2/12/2019).

Selama sehari penuh Bupati Sanusi didampungi seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Malang menyambangi desa-desa yang ada di wilayah Kecamatan Poncokusumo. Dimulai dengan menaburkan benih ikan Nila di Embung desa Jambersari yang memiiki debet air 214 liter perdetik dan mampu mencikupi kebutuhan irigasi sawah 232 hektar. Kebetulan di desa Jambersari ini pertanian sayur dalam setahun 3 kali panen, airnya cukup melimpah,”kata Sanusi.

Selain untuk mencukupi kebutuhan air petani sayur , lanjut Sanusi embung tersebut bisa dimanfaatkan sebagai sarana wisata bagi masyarakat.Usai menaburkan benih ikan , Sanusi juga menyambangi peternak sapi perah binaan Koperasi KPSP Sidodadi yang bekerjasama dengan Nestle.Sanusi menilai peternak sapi Jambesari cukup produktif dalam mengembangkan metode pengembangbiakan sapi.

“Susu sapi milik Para peternak di Jambesari ini perhari bisa 7000 liter , jumlah populasinya sekitar 1500 ekor sapi dengan jumlah peternak mencapai 270 peternak sapi perah, perputaran uang sebulan bisa mencapai Rp 1,5 miliar. Perlu ditingkatkan lagi agar taraf perekonomian peternak bisa terangkat minimal seperti di peternakan Grenfileld Ngajum,”beber Sanusi.

Politisi PKB ini juga sempat menyambangi salah satu rumah warga desa Sumberejo yang baru saja direhab oleh Dinas Perumahan , Kawasan Pemukiman dan Ciptakarya yang menelan biaya sebesar Rp 17,5 juta.

Selain itu Sanusi juga memberikan bantuan paket sembako kepada warga di beberapa desa yang ia singgahi beserta Rombongan Kepala OPD Pemkab Malang.

Usai menyambangi desa -desa di wilayah Kecamatan Poncokusumo , Sanusi menilai Pembangunan di wiayah Kecamatan Poncokusumo maju cukup pesat. Ia menyebut dulu jalanan diwiayah Poncokusumo tersebut masih tanah dan becek saat hujan.

“Namun sekarang sudah beraspal hotmix , perekonomian masyarakat sangat maju,”kata Sanusi.

Selain sarana infrastruktur yang memadai , Sanusi juga mengapresiasi pertanian buah jeruk yang dikembangkan di desa Poncokusumo. Buah jeruk milik salah satu petani di desa Poncokusumo , lanjut Sanusi bisa meraup pendapatan mencapai Rp 800 juta sekali panen dalam setahun.

Meski demikian Sanusi meminta kepada Dinas Taaman Pangan , Hotikultura dan Perkebunan untuk terus melakukan penyuluhan dan pendampingan terhadap pengelolaan perkebunan jeruk ini. Hal ini lantaran tidak semua petani bisa mengembangkan perkebunan jeruk dengan baik.

“Jika sudah terkena virus CBBD habis semua lahan jeruk yang ada, makanya butuh penyuluhan agar tahu cara pencegahan dari virus tersebut,”ulas Sanusi.

Selain buah jeruk , Sanusi juga menjelaskan Pemkab Malang bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya saat yengah melakukan kajian sertifikasi bibit padi Brang Biji. “Insyaallah tahun depan kami targetkan bibit asal malang yang sedang disertifikasi ini bisa disebarkan keseluruh Indonesia,”ungkap Sanusi.

Melihat potensi yang menjanjikan yang ada di Kecamatan Poncokusumo ini , Sanusi optimis kedepan Poncokusumo akan kembali berjaya. “Minimal bisa jadi Kota Batu nya Kabupaten Malang,”tutur Sanusi.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.