Gubernur Jatim : Rumah Yang Rusak Berat Akan Terima Bantuan Stimulan Rp 50 Juta

Pewarta : Novie

Blitar,Mitratoday.com-Akibat Gempa yang terjadi pada Sabtu (10/04/2021) di Selatan Kabupaten Malang yang berakibat beberapa rumah di Kabupaten Blitar juga terkena dampaknya.

Tampak Rumah korban gempa di Dusun Rembang Desa Kepas Kecamatan Kesamben yang rusak berat
Tampak Rumah korban gempa di Dusun Rembang Desa Tepas Kecamatan Kesamben yang rusak berat
Tampak Rumah korban gempa di Dusun Rembang Desa Tepas Kecamatan Kesamben yang rusak berat
Tampak Rumah korban gempa di Dusun Rembang Desa Tepas Kecamatan Kesamben yang rusak berat

Salah satunya yang terparah di Desa Tepas, Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar. Pada hari Rabu (14/04/2021) di kunjungi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Gubernur Jawa Timur datang ke Kantor Desa Tepas dan diberikan penjelasan oleh Kepala Desa Tepas bahwa yang rusak berat ada 6 rumah, rusak sedang ada 16 rumah, dan rusak ringan ada 10 rumah. Total ada 32 rumah rusak akibat gempa.

Selanjutnya Khofifah memberikan bantuan berupa sembako 200 paket, yang terdiri dari 500 kg beras beserta lauk pauk 60 paket, tambah gizi 240 paket, terpal 50 lembar, selimut 100 pcs, mie instan 59 dus, masker kain 10 ribu pcs, dan tikar 100 lembar.

Setelah itu Gubernur berlanjut mengunjungi beberapa rumah korban gempa di Dusun Rembang yang berjarak kurang lebih 2 km dari Kantor Desa Kepas.

Usai melihat lokasi dan situasi rumah warga yang rusak parah, Khofifah memberikan keterangan kepada media, bahwa untuk rumah yang rusak berat akan mendapatkan bantuan stimulan Rp 50 juta di luar ongkos pengerjaanya. Yang rusak sedang Rp 24 juta dan rusak ringan Rp 10 juta.

“Sedangkan yang rusak berat sudah di koordinasikan dengan Pangdam dan Kapolda, insyaAllah nanti Tim dari TNI, Polri akan dimaksimalkan untuk membantu percepatan pelaksanaan pembagunan, kemudian yang rusak sedang dan ringan di swakelola kan agar bisa cepat pembagunannya.”Jelas Khofifah.

Khofifah menjelaskan, Selama proses menunggu di harapkan indentifikasi kategori yang rusak, baik berat, ringan dan sedang. Baik rumah,fasum maupun fasos di harapkan segera di umumkan, di tulis di RT, RW, dan balai Desa agar masyarakat terkonfirmasi bahwa rumahnya sudah tercatat.

“Di harapkan percepatan validasinya Uji publik, artinya kepastian masyarakat diminta validasinya apakah kerusakannya seperti yang diumumkan, apakah rumahnya masuk dalam kategori berat,sedang atau ringan. Agar kalau nanti diajukan ke BNPB sudah final datanya, dan tidak bolak balik surat menyuratnya,”Ujar Khofifah.

Gubernur berharap hal itu bisa di segerakan pada 3 Kabupaten yang kerusakannya lebih berat, seperti Malang,Lumajang dan Blitar.”Walaupun Blitar lebih ringan kerusakannya, tetapi kita tidak boleh underestimate, tetap ada trauma healing atau trauma konseling. Sedangkan Anak anak korban gempa tidak boleh mengalami traumatik, oleh karena itu Psychososial terapi menjadi penting format yang kita saksikan di Posko Dukungan Layanan Psikososial. Dimana para relawan melakukan Trauma healing dan Trauma konseling kepada korban gempa, terutama anak juga dilakukan di Malang dan Lumajang.” Terang Khofifah.

Selanjutnya Khofifah mengajak relawan untuk ikut bergotong royong, walaupun suasana sangat berat. Karena awal dari bulan Ramadhan.

“Namun harapan Saya keguyuban dari seluruh elemen masyarakat Jawa Timur tetap seperti yang dulu, meski saat ini kita berada di bulan Ramadhan,”Tutup Khofifah.

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close