Seminar Nasional: “Pandangan Dalam Membentuk Karakter Bangsa di Kehidupan Yang Akan Datang”

Bengkulu, mitratoday.com – Senin (12/11/18) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu menggelar Seminar Nasional dalam rangka “Perlombaan PGMI ART ke-VI launcing Sanggara an Najmu dan Temu Alumni” langsung dibuka oleh Rektor Institus Islam Negeri (IAIN) Bengkulu Prof. Dr. H. Sirajuddin, M. M.Ag. MH, di dampingi oleh Dekan Tarbiyah dan Tadris IAIN Bengkulu Amaliyah, Pemerhati Anak sekaligus Psikolog Nasional Dr. Seto Mulyadi (kak Seto), Kemenkumhan Provinsi Bengkulu, para Dosen serta para Mahasiswa khususnya fakultas Tarbiyah dan Tadris IAIN Bengkulu, bertempat di ruang Audiotorium Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu.

Dalam sambutanya Kepala Program Studi (Kaprodi) PGMI, AAM Amaliyah mengatakan, pelaksanaan Seminar Nasional ini merupakan pembukaan rangkaian perlombaan PGMI Art ke-VI yang diadakan selam 3 hari serta melaunching Sanggar An Najmu yang berlatang belakang keprihatinan Dunia pendidikan terhadap perkembangan generasi Milenial.

“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan lancar, dengan adanya kegiatan ini juga anak-anak generasi Milenial bisa membawa perkembangan pendidikan dengan baik, karena anak jaman sekarang sudah terbawa arus Dunia Gedget yang sangat berpengaruh di dunia pendidikan,” ujar Amaliyah selaku Kepala Prodi fakultas Tarbiyah dan Tadris IAIN Bengkulu.

“Anak-anak sekarang kebanyakan mereka cenderung cepat terbawa egois, tindakan yang tidak masuk akal, nyeleneh dan tidak mau kerja sama, mereka cenderung lebih percaya dengan permainan ponsel Android dari pada permainan yang diberikan gurunya di sekolah,” sambungnya.

Amaliah juga sangat menyayangkan minimnya peran keluarga terhadap pembentukan kepribadian seorang anak. “Anak milenial lebih tau dan mengenal Teknologi dibanding orang tuanya. Semuanya itu akan berpengaruh terhadap minat belajar dan keseriusan belajar pada anak, kami sangat mengharapkan kepada mahasiswa PGMI untuk menjadi tenaga pendidik yang handal di masa yang akan datang,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Rektor IAIN Bengkulu Sirajuddin mengatakan, semoga dengan diundangnya Pemerhati Anak sekaligus Psikolog Nasional Dr. Seto Mulyadi (kak Seto) dapat memberikan dampak positif kepada mahasiswa PGMI, tenaga pengajar dilingkungan kampus serta masyarakat luas.

“Kami sangat berharap dengan hadirnya Kak Seto dalam kegiatan ini, Prodi PGMI secara khususnya dapat memberikan produk-produk unggulan serta tenaga Pengajar Madrasah yang mampu membentuk karakter Bangsa di kehidupan yang akan datang,” papar Siratjuddin selaku Rektor IAIN Bengkulu.

Pada penyampain Pemerhati Anak sekaligus Psikolog Nasional Dr. Seto Mulyadi mengatakan, cara yang terbaik dalam mendidik anak adalah dengan cara berdialaog dengan para Orang Tua, Guru dan para Mahasiswa mengenai bagaimana cara mendidik anak-anak di jaman Miliniar ini, anak-anak adalah sumber Informasinya juga sudah sedemikian Luas, jadi tidak ada lagi mendidik dengan cara pemaksaan-pemaksaan yang bersifat kekerasan, karna dampaknya Anak justru tidak ingin mendengarkan baik Orang Tua ataupun Guru malah bisa terperosok kedalam perilaku yang menyimpang.

“Jadi kalau anak-anak melakukan tindak kekerasan, LGBT, Narkoba dan lain sebagainya bahkan sampai Anak lari dari Keluarga, maka perlu diubah cara-cara mendidik yang lebih Ramah Anak, untuk Pendidik Pengajar ataupun orang Tua di Rumah, intinya kembali berusaha memosisikan bukan sebagai Bos atau Komandan dan hanya mau perintah, akan tetapi justru anak dijadikan Sahabat,” papar Seto Mulyadi.

“Buatlah cara bagaimana kita mendidik anak menjadi mandiri dan bisa bekerja sama, adanya dialog Dua arah, adanya musyawarah semuanya di bicarakan dengan Bin-bin Solution, tidak hanya salah satu memaksakan kehendaknya saja,” sambungnya.

Seto Mulyadi juga menyampaikan pesan kepada para Dosen-dosen atau para Pengajar anak lainnya, “Apa yang sudah dilakukan terus dilanjutkan dalam suatu pendidikan yang ada nilai-nilai Perdamaian, Persahabatan, kerja sama ini sangat penting, supaya mereka atau yang di didik ini mereka akan meniru apa yang di didikan bukan hanya isinya saja akan tetapi cara-cara yang benar,” pungkas Seto Mulyadi selaku Pemerhati Anak sekaligus Psikolog Nasional. (Adv/Dian)

                                            

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.