AdvertorialBENGKULU

Imbauan Wali Kota Bengkulu Soal Bermain Game Online Higgs Domino

Kota Bengkulu,mitratoday.com-Walikota Bengkulu Helmi Hasan memberikan peringatan keras terhadap masyarakat yang masih memainkan beberapa game online, termasuk game higgs domino. Hal dilakukan dalam rangka menciptakan kondisi kehidupan dan suasana kota yang bahagia dan religius serta adanya keluhan masyarakat terhadap game online di Kota Bengkulu yang diakses oleh semua kalangan.

Helmi pun langsung menerbitkan SURAT EDARAN (SE) Nomor : 003.1/245/Kesbangpol/2021 tentang imbauan tidak bermain game online, ini poin-poin penting di dalam SE tersebut :

1. Kepada ASN pada Perangkat Daerah diimbau untuk tidak bermain Game Online dan segera menghapus aplikasi Game Online tersebut, karena akan menurunkan
produktivitas kerja.

2. Kepada Kepala Perangkat Daerah untuk membuat imbauan secara tertulis dan
menempelkan pada tempat strategis dalam area akses layanan wifi perihal imbauan tidak menggunakan layanan wifi untuk permainan game online.

3. Kepada Kepala sekolah SD/SMP/Negeri/Swasta dihimbau agar menyampaikan kepada murid/wali murid hal-hal berikut:

a. Tidak bermain game online antara lain game Higgs Domino Island serta bentuk permainan lainnya.

b. Wali murid untuk menegur dan melarang anak-anak bermain game online
baik di sekolah maupun di tempat-tempat umum lainnya.

c. Permainan game online berdampak negatif dari sisi pendidikan, perkembangan anak, dan kesehatan, karena mereka telah menjadi pecandu game online yang dapat merugikan diri sendiri.

d. Tidak menggunakan game online dan media sosial lainnya secara berlebihan.

4. Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bengkulu diminta untuk melakukan pengawasan terhadap ASN dan PTT di Lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu yang menggunakan aplikasi game online terutama disaat jam kerja.(Adv)

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
error: