DaerahHeadlineMalang

Ini Perbedaan Capaian Vaksin Versi Data Dispendukcapil Dengan Data Riil Di Lapangan

Pewarta : Sigit

Malang,mitratoday.com-Capaian target Vaksinasi di Kabupaten Malang ternyata memiliki beberapa selisih perbedaan dibandingkan dengan data riel di lapangan.

Salah satunya seperti di wilayah Kecamatan Donomulyo. Camat Donomulyo Mumuk Hadi Martono menyebutkan capaian target vaksinasi versi data dari Dispendukcapil terakhir hanya mencapai sekitar 53 persen.

“Namun dari hasil hitungan di lapangan target capaian vaksinasi kita sudah mendekati angka 80 persen,”ujar Mumuk Hadi Martono kepada Mitratoday.com selasa (19/10/2021).

Perbedaan capaian target hasil vaksinasi tersebut, lanjut mantan Camat Pakisaji ini, setelah dievaluasi dikarenakan adanya NIK yang tidak terdaftar di data Dispendukcapil.

“Karena sebagian masyarakat masih enggan dan menganggap E-KTP itu gak penting dan masih menggunakan KTP lama. Makanya setelah dilihat, NIK mereka gak terdaftar di Data Dispendukcapil, itu salah satunya,”beber Mumuk Hadi Martono.

Kendala lainnya,beber Mumuk Hadi Martono masih didapati data warga belum divaksin, setelah di lakukan entry data kembali, diketahui jika warga yang bersangkutan sudah di vaksin.

Mumuk juga menjelaskan bahwa pihaknya dibantu Empat Pilar Kecamatan Donomulyo tengah berusaha menuntaskan target 70 persen warga tervaksin tersebut kelar 100 persen pada minggu ini.

Ini setelah pihaknya mendapatkan bantuan dari Alumni AKABRI angkatan 99 dengan dosis mencapai 10 ribu.

Menurutnya ada 5 desa besar yang bakal di garap diantaranya Kedungsalam, Sumberoto, Purworejo, Donomulyo, Tempursari.

Soal ketersediaan dosis vaksin, Mumuk menyebut jika stok jatah dosis Vaksin yang didapatkan dari Dinkes sejauh ini mencukupi. Namun ia mengaku sedikit terkendala dengan jenis vaksin yang disuntikkan ke masyarakat.

Di Donomulyo, lanjut Mumuk, masyarakat lebih memilih vaksin jenis Sinovac dibanding jenis lainnya.

“Masyarakat menilai vaksin jenis Sinovac ini lebih aman dan gak menimbulkan efek samping dibanding jenis vaksin lainnya, ini PR bagi kami untuk meyakinkan warga bahwa semua jenis vaksin ini aman dan halal,”tutup Mumuk Hadi Martono.

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
error: