DaerahJember

Isu Jember Termasuk Kategori 20 Daerah tertinggi Kasus Covid-19, Berikut Tanggapan Tim Satgas

Pewarta : Solichin

Jember,mitratoday.com-Satgas Covid-19 Kabupaten Jember menepis isu yang mengabarkan Jember termasuk 20 daerah tertinggi kasus Covid-19. Jember masuk level 3 karena capaian vaksinasi kurang dari aturan Imendagri no 47 Tahun 2021.

Kabupaten Jember saat berita ini dirilis berada di Level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPMK) Mikro. Posisi ini turun dari sebelumnya (level 1) dikarenakan vaksinasi masuk menjadi kategori penentuan zona suatu daerah. Plt Kadinkes Jember, dr Lilik Lailiyah bersama Tim Satgas Covid-19 Kabupaten menggelar rilis resmi terkait update kasus Covid-19 di Ruang Carya Dharma Praja Mukti, Gedung Pemkab Jember, (1/11/2021).

“Kasus Covid-19 di Jember dari sisi transmisi maupun respon sudah memadai berada di level satu.”kata Lilik.

Ia menjelaskan bahwa penentuan level suatu daerah ada 8 indikator, 3 dari sisi transmisi dan 5 dari sisi respon.

Dari sisi transmisi, kasus Covid-19 di Jember kurang dari 5 kasus baru per Minggu dari 100.000 orang, rawat inap kurang dari 5 kasus per Minggu dari 100.000 penduduk, dan kasus kematian kurang dari 5 per Minggu per 100.000 penduduk. Dari kategori 3 itu sudah memadai level 1.

“Sementara dari sisi Respon, 3 T ( Tracing sudah 1:17, ketentuan 1:15 jadi sudah memadai di level 1; Testing kurang dari 5% dari kasus yang diperiksa, dari sisi BOR kurang dari 2% yaitu 1,75%).”Ujarnya.

Sehingga, lanjut dr Lilik, dari 6 kategori Jember sudah memadai berada di Level 1.

Vaksinasi dibagi 2 kategori atau 2 indikator yaitu vaksinasi total dosis pertama dan vaksinasi lansia. Hingga berita ini ditayangkan masih 44,18% (dari separuh Herd Immunity). Sedangkan vaksinasi lansia masih 23%. Padahal untuk Level 2 vaksinasi dosis pertama 50% dan lansia 40%).

Meski begitu Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Jember tetap bersemangat.

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
error: