DaerahHeadlineMalang

Kasus Covid Rendah, Bupati Malang Sampaikan Pesan Jokowi

Pewarta : Sigit

Malang,mitratoday.com-Kasus sebaran Covid – 19 di Kabupaten Malang sudah semakin kecil. Bupati Malang, HM Sanusi menyebutkan rata-rata perhari kasusnya berkisar antara 2 sampai 5 kasus.

“Sedangkan angka kematian akibat Covid-19 sudah sero,”ungkap Sanusi kepada awak media selasa (9/11/2021).

Kendati demikian, Sanusi menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo, bahwa masyarakat diminta untuk tetap hati-hati menghadapi kemungkinan adanya kasus sebaran ketiga.

“Ini pesan Presiden seperti itu, artinya masyarakat tetap diminta untuk tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat terutama masker, meski di Kabupaten Malang saat ini kasus sebaran nya sudah kecil,”imbuh Sanusi.

Disinggung soal capaian target vaksinasi, Sanusi menjelaskan Pemkab Malang dengan TNI dan Polri saat terus memaksimalkan vaksinasi diseluruh wilayah Kabupaten Malang. Rata- rata target vaksin dosis 1 di Kabupaten Malang saat ini, ulas Sanusi, sudah 100 persen. Sedangkan dosis 2 kata Sanusi sedang terus di garap Pemkab Malang.

Sementara Kadinkes Dr drg Arbani Mukti Wibowo mengatakan secara keseluruhan capaian vaksinasi di Kabupaten Malang sudah mencapai 70,72 persen, dengan rincian vaksin 1 sejumlah 1.469.820, sedangkan dosis 2 tercapai 912.830 dan dosis 3 capaian target vaksinnya sejumlah 8.802.

“Khusus vaksin bagi Lansia mencapai 47,09 persen,”ujar Arbani Mukti Wibowo.

Senada dengan Bupati Malang , Arbani melanjutkan saat ini di Kabupaten Malang sudah berada di level 2 PPKM sesuai Asessment Kemenkes. Untuk beranjak ke level 1 PPKM ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya target capaian vaksinasi.

“Persyaratan tersebut diantaranya kasus Covid nya kecil, dan capaian vaksinasi khususnya Lansia tercapai 60 persen,”tutur Arbani Mukti Wibowo.

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
error: