Kegiatan Pasar Hanya 50 persen, Pemkab Berlakukan Sistem Satu Pintu

Penulis : Sigit

Malang,Mitratoday.com-Pemkab Malang memberlakukan kegiatan dipasar sebesar 50 persen dari hari-hari sebelumnya di masa transisi sebelum berada di fase New Normal Life.

Plt.Sekdakab Malang Dr.Ir.Wahyu Hidayat.MP menyebutkan teknis operasional pasar yang diberlakukan dimasa transisi kali ini diantaranya pemberlakuan satu pintu masuk dan pintu keluar dipasar, dan kewajiban bagi pembeli dan pedagang untuk tetap menerapkan protokoler kesehatan penanganan dan pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19)

Teknisnya,  di pintu masuk pasar, setiap pengunjung pasar akan dites suhu tubuh dengan thermo gun, cuci tanga n dan paling penting menggunakan masker, sedangkan penjual di pasar selain harus menggunakan masker juga harus menggunakan sarung tangan, atau minimal tanganya dibungkus plastik,”kata Plt Sekda Wahyu Hidayat selasa (2/6/2020).

Selain kewajiban menerapkan protokoler kesehatan, lanjut Wahyu, nantinya kegiatan dipasar akan terus di pantau dan diawasi, caranya dengan patroli yang aoan dilakukan secara berkala oleh UPT Pasar maupun oleh Muspika setempat. Hal ini terang Wahyu, untuk membudayakan masyarakat agar patuh dan taat terhadap himbauan dan larangan pemerintah terkait pencegahan Covid -19.

Aturan tersebut, imbuh Wahyu,  juga berlaku terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan diarea luar pasar.

Disinggung terkait program  kegiatan yang ada di masing-masing OPD, Wahyu mempersilahkan  ke masing-masing OPD untuk menggulirkan program yang sudah direncanakan, dengan catatan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“8Seperti pekerja proyek, nantinya harus ada penanggungjawab yang harus mengatur dan mengawasi setiap kegiatan, melarang pekerja proyek khususnya dari luar daerah untuk berkeliaran diluar area kerja, jika menginap harus dibuatkan satu tempat yang aman dan tidak diperkenankan pekerja untuk keluar area terkecuali saat akhir pekan, biasanya kan para pekerja pulang ke daerah masing-masing,”beber Wahyu Hidayat.

Ia juga memastikan bahwa dana yang berasal dari rasionalisasi anggaran yang diplot untuk penangangan Covid di masa PSBB dinyatakan selesai, sedangkan kebutuhan anggaran untuk new normal life, terang Wahyu masih akan dibahas oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close