Kehadiran Ratusan Anggota Di Pendopo, Ini Penjelasan Mulat Ketua MPC PP Kabupaten Blitar

Pewarta : Novie

Blitar,Mitratoday.com-Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Blitar menggelar press conference di salah Satu Hotel, Senin (19/04/2021).

Press conference dilaksanakan terkait kehadiran ratusan Anggota Pemuda Pancasila di Pendopo Ronggo Hadinegoro pada Senin Pagi.

Menurut Henrin Mulat Wiyati selaku Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Blitar bahwa pihaknya hadir dipendopo bukan melakukan aksi.

“Tadi kita bukan melakukan aksi. Awalnya kita mendengar teman-teman dari LSM GPI akan mengusir Wakil Bupati yang hanya sementara ini bertempat tinggal di Pendopo, yang mana diketahui bahwa Wabub tidak setiap hari di pendopo. Bahkan yang menyuruh Wabub tinggal di sana itu Bupati.” Kata Mulat.

Mendengar akan hal itu, pihaknya secara spontanitas kesana agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.”Suasana menjadi kondusif serta rasa solidaritas kepada sesama satu struktur organisasi Pemuda Pancasila, sehingga kita dan teman-teman berada Pendopo. Jadi kita bukan aksi bukan demo,” ujar Mulat.

Ia mempertegas bahwa kehadiran pihaknya disana Karena LSM yang mau melakukan demo sudah jelas dari pemberitahuan demo mereka akan mengusir.

“Kalau kalimatnya sudah mengusir, ini nanti akan yang kita tidak inginkan di pendopo terjadi, sesuatu yang tidak kita inginkan bersama,jadi kita sama-sama ingin situasinya kondusif.”Tandas Mulat.

Permasalahan Wabub Rahmat Santoso tinggal di Pendopo Bupati, ia minta jangan disuudzoni dulu mereka.

“Wabub tinggal disana tidak melanggar UU,dan hak prerogatif Bupati. Pemuda Pancasila mendukung sekali Bupati, karena rumah Dinas Wabub belum di renovasi.” Tuturnya.

“Ini murni aksi solidaritas sesama struktur organisasi, karena yang mau mereka usir adalah Rahmat Santoso Ketua Majelis Pimpinan Organisasi Pemuda Pancasila Surabaya.”Tegasnya.

Hadir juga mendampingi Mulat, Wahyu Ketua Komando Inti Pemuda Pancasila Surabaya menjelaskan hal yang senada bahwa pihaknya semalam mendengar ada isu bahwa Rahmad Santoso sebagai Bupati hendak di usir.

“Kalau di usir berarti kan orang yang tidak pantas,padahal beliau Wakil Bupati tinggal di situ atas persetujuan Bupati. Apa lagi yang di permasalahkan.”Pungkasnya.

Wahyu yang juga menjabat Kabid Hankam di PP Surabaya menjelaskan hal itu spontanitasnya, loyalita pihaknya terhadap kader Pemuda Pancasila yang saat ini di Blitar menjabat sebagai Wakil Bupati.

Perlu di ketahui bahwa LSM GPI Kabupaten Blitar berdasarkan surat edaran pemberitahuan yang di kiriman ke Media Mitratoday.com Bahwa LSM GPI akan melakukan aksi unjuk rasa pada Senin (19/04/2021) dengan tuntutan :

“Wakil Bupati Blitar harus segera meninggalkan Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro Kabupaten Blitar dan Bupati Blitar harus segera menempati Pendopo Agung
Ronggo Hadinegoro Kabupaten Blitar”.

Namun aksi tersebut tidak jadi berlangsung karena di minta oleh pihak Kepolisian agar tidak melanjutkan aksinya di Pendopo untuk menghindari bentrokan atau hal-hal yang tidak di inginkan.

Karena sejak pagi, Ratusan Anggota Pemuda Pancasila Kabupaten Blitar sudah stand by di Pendopo Ronggo Hadinegoro Kota Blitar.

Sedangkan Ketua LSM GPI, Joko Prasetya menjelaskan, demi menjaga suasana yang kondusif di Kabupaten Blitar maupun di masyarakat Blitar pada umumnya,” dari peristiwa tadi kami akhirnya mengadu ke DPRD Kabupaten Blitar, tetapi ternyata di DPRD tidak ada orangnya, akhirnya kita sampaikan ini ke Massa aksi.”Tutupnya.

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close