DaerahHeadlineSumatera Selatan

Kepsek SDN 12,diduga, terkesan rekayasa!!

Lubuklinggau | Mitratoday. com – Berdasarkan informasi masyarakat sekitar Sekolah SD 12, Kota Lubuklinggau, Oknum Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 12 Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Supiah. Sebabnya , dari informasi yang didapat dari masyarakat setempat, diduga oknum Kepala Sekolah tersebut memboyong puluhan kubik kayu dan Ratusan keping seng bekas bongkaran Gedung SDN 12 Kota Lubuklinggau ke Rumahnya untuk dimanfaatkan secara pribadi, padahal seluruh sisa bongkaran tersebut merupakan aset negara.
“Mereka angkut kayu dan sengnya malam hari, menggunakan mobil¬†warna kuning, saat aktivitas Sekolah sudah tidak ada lagi. Bahkan Yang mengangkut material tersebut anak kandung Kepala Sekolah itu sendiri,” ungkapnya beberapa warga setempat, (31/7).
Bahkan, Saat perehaban atap gedung kelas SD itu belum lama ini, Kepala Sekolah itu juga mengangkut hingga menggunakan mobil truck berulang kali, dikarenakan saking banyaknya kayu dan seng bekas yang dibawa pulang ke rumahnya.
“Sampai-sampai pakai truck. Yang saya heran, kenapa harus diangkut secara sembunyi-sembunyi. Dan yang lebih mengejutkan lagi material tersebut dititipkan ke rumah Kasbiyanto, selaku suami kepsek, Selain itu, secara aturan apakah itu dibenarkan,” ungkapnya.
Diketahui, belum lama ini oknum Kepala Sekolah tersebut kembali memboyong fasilitas Negara milik SD yang ia Pimpin ke Rumahnya, usai melakukan pembokaran Rumah Dinas (Rumdin) milik SD tersebut yang rencananya untuk dijadikan Gapura SD.
“Dulu sudah puluhan kubik kayu dan ratusan keping seng. Kali ini, usai membongkar rumah dinas untuk dijadikan gapura, Kepala Sekolah itu kembali mengangkut seluruh sisa bongkaran gedung.
Dinas Pendidikan Lubuklinggau harus tahu hal ini,
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri 12 Kota Lubuklinggau, Supiah mengaku, seluruh sisa bongkaran bangunan 6 lokal kelas di Tahun 2016 dan 2 unit Rumah Dinas (Rumdin) Guru di Tahun 2017 ini, digunakan untuk perbaikan kantin dan membangun mushola sekolah dan dibagi-bagikan ke pihak kelurahan dan guru yang mengajar disana.
“Sisanya tidak ada, semuanya dipakai. Ada untuk bangun kantin Sekolah dan bangun mushola Sekolah, Tidak ada sisa. Ada juga untuk upah tukang yang bongkar,” ungkapnya, Senin (31/7) saat dihubungi via ponsel.(Anas)
Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button