Home » Bandar Lampung » Ketua LPA Lamteng Tanggapi Kasus Siswa SMK Negri 1

Ketua LPA Lamteng Tanggapi Kasus Siswa SMK Negri 1

Lampung Tengah,Mitratoday.com-Tanggapi beredarnya isu terkait sepasang siswa SMK Negeri 1 Terbanggi Besar, Poncowati, Lampung Tengah yang dipergoki guru didalam satu kamar mandi, Ketua Lembaga Perlindungn Anak (LPA) Lampung Tengah (Lamteng) Eko Yowuno menghimbau semua pihak terkhusus pihak sekolah harus lebih aktif mengawasi siswanya.

Eko mengatakan, pihaknya sudah mendengar terkait permasalahan tersebut. Ia juga menyayangkan kejadian seperti itu kembali terjadi dilingkungan sekolah khususnya di wilayah Kampung Poncowati, Terbanggi Besar.

“Sebenarnya saya sedih mas, karena kejadian tidak terpuji seperti ini bukan baru pertama kalinya tapi sudah berulang yang ke sekian kalinya terjadi di lingkungan sekolah lebih khususnya di wilayah kampung Poncowati,” ungkap Eko saat dihubungi via phone oleh Media (7/11/2019).

Saat ditanyai perihal kasus siswa SMK Negeri 1 Terbanggi Besar yang terjadi ketika masih jam pelajaran berlangsung. Ketua LPA Lamteng itu mengharapkan tanggung jawab para guru kepada siswa itu lebih di aktifkan lagi, bukan hanya dari aspek pelajaran saja namun akhlak para siswa juga harus terus dikontrol.

“Itukan kejadiannya di sekolah masih jam pelajaran juga. Jadi itu tanggung jawab pihak sekolah. Semua guru itukan sudah mendapatkan tunjangan dari Pemerintah, jadi mereka harus sama – sama bertanggung jawab mengawasi anak-anak saat berada di lingkungan sekolah itu. Tidak boleh guru itu saat istirahat hanya duduk minum kopi saja di kantor mereka harus tetap mengawasi apa saja kegiatan para murid tersebut secara bergantian,” katanya.

Sebelumnya, telah di beritakan tentang santernya isu dikalangan pelajar hingga menyebar ke SMK negeri 3 Poncowati bahwa ada sepasang murid kelas 2 tertangkap tangan oleh seorang guru sedang berada di WC.

Dan kepala Sekolah telah mengakui kebenaran kejadian tersebut,” ia mas saya mendapat kabar dari salah satu guru melalui telepon seluler oleh guru di sekolah ini,”ucap Haryadi Brahim saat di temui di sekolah, (4/11/2019) lalu.

Haryadi telah mendamaikan dan memberikan sangsi kepada dua murid tersebut,” Sesuai aturan yang ada mereka telah kami skorsing, selama tiga hari,”singkatnya.

(Iswan)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.