BlitarDaerah

Klenteng Poo An Kiong Blitar Yang Berusia Seratus Tahun lebih Terbakar

Pewarta : Novian

Blitar,mitratoday.com-Klenteng Poo An Kiong yang berada di Jalan Merdeka Barat Kota Blitar hangus terbakar pada senin sore (22/11/21).

Klenteng yang sudah berusia seratus tahun lebih hangus dilalap si jago merah, kejadian yang diduga akibat hubungan arus pendek listrik terjadi sekitar pukul 15.40 WIB.

Pertama kali kepulan asap yang membubung kehitaman ini diketahui oleh salah satu warga pengguna jalan yang hendak berbelanja ke pasar Legi yang letak nya tak jauh dari tempat kejadian.

Klenteng Poo An Kiong berdekatan dengan pusat pertokoan dan permukiman padat, agar kobaran api tidak menjalar ke rumah warga, petugas dari unit Pemadam Kebakaran Damkar Kota Blitar berjibaku untuk memadamkan kobaran api.

Kebakaran telah meludeskan bangunan induk dugaan sementara sumber api berasal dari induk bangunan suci umat Khonghucu ini.

“Saat kebakaran tidak ada penjaganya. Kebetulan yang biasa tugas jaga tidak masuk, sedangkan pintu kondisi terkunci,” ujar Ali Swan Kiang salah satu pengurus Klenteng.

Menurut Ali, setelah kebakaran terjadi, tidak begitu lama, sedikitnya 7 unit pemadam kebakaran berhasil meredakan api. Dibantu mobil pemadam dari Polres Blitar Kota.

“Spontanitas bersama warga berupaya memadamkan api, agar tidak merembet ke rumah warga,” ucapnya.

Sumber resmi Polres Blitar Kota menyebutkan sekitar pukul 15.40 WIB penjaga Klenteng Poo An Kiong Akiyu (ngkong) melihat asap tebal dari atap Klenteng, selanjutnya membuka pintu Klenteng Poo An Kiong dan melihat bahwa Klenteng telah terjadi kebakaran Api.

Pukul 15.50 WIB pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk memadamkan api diantaranya, 4 unit Damkar Kota Blitar dan 1 unit Watercanon dari Polres Blitar Kota
unit Damkar Kabupaten Blitar

Baru sekitar Pukul 17.00 WIB kobaran api yang membakar Klenteng Poo An Kiong berhasil dipadamkan.

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button