Korban Angin Puting Beliung Belum Mendapatkan Bantuan

Batang Hari – Sumpeno, korban angin puting beliung yang terjadi di Desa Awin Kecamatan Pemayung Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi sudah 3 bulan belum menerima bantuan dari pemerintah Kabupaten Batang Hari

“Sampai hari ini belum ada bantuan dari pemerintah Kabupaten,” kata Sumpeno.

Ia mengatakan bantuan yang sudah diterima baru berasal dari Dinas Sosial Kabupaten Batang Hari yang memberikan bantuan tenda, peralatan masak, serta sembako.

“Baru ini bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Batang Hari yang didapat,” katanya lagi.

Ia mengungkapkan dalam kejadian puting beliung yang terjadi Selasa, (14/11), rumahnya roboh dan menimpa istrinya yang sedang tertidur sehingga istrinya pun meninggal, beruntung dirinya selamat bersama anak anaknya.

“Rusak rumah saya, dan perkiraan biaya menggantinya sekitar Rp10 juta. Saya berharap pemerintah daerah membantu kerugian ini,” ujarnya.

Sumpeno menjelaskan, untuk membangun rumah dengan bekas kayu rumah yang dulu tidak memungkinkan karena sudah hancur.

“Karena sampai sekarang sudah 3 bulan saya masih tinggal di bawah tenda yang diberikan oleh dinas sosial Kabupaten Batang Hari. Kasihan anak anak pak untuk belajar pun susah, dan kadang hujan pun kebasahan,” ujarnya kepada wartawan Mitratoday.com.

Mertua pak Sumpeno pun berkata bahwa semenjak kejadian itu mereka berharap ada bantuan rumah dari Pemkab Kabupaten Batang Hari.

“Sampai hari ini belum ada, kalau mau bantu dana saja buat perbaikan rumah,” ungkapnya.

Kepala Desa, Awin, membenarkan pernyataan warganya yang terdampak musibah badai angin puting beliung itu.

“Ada bantuan tapi baru sebatas sembako dan tenda beserta alat alat masak.
ntuk pembangunan rumah saya akan masukan ke program bedah rumah
Tapi belum tau pasti kapan,” katanya singkat.(Arian Arifin)

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
Close
Close