BlitarDaerahHeadline

Kursi Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar Akan Terisi Sebelum Tanggal 14 Agustus 2022

Blitar,mitratoday.com – Posisi Ketua DPC Kabupaten Blitar yang saat ini kosong, bakal terisi sebelum tanggal 14 Agustus 2022 yang merupakan batas akhir penyerahan administrasi pendaftaran partai ke KPU.

Hal itu di tegaskan Sri Rahayu dalam rapat DPC PDIP Kabupaten Blitar, Minggu (07/08/2022).

“Ketua DPC yang Definitif ini menjadi krusial yang nantinya berperan menggerakkan mesin-mesin partai menghadapi kemenangan. “Sudah pasti sebelum itu (tanggal 14 Agustus), harus dong,” jelas Sri Rahayu yang juga Anggota DPR RI.

Dalam rapat di hadiri tokoh-tokoh penting partai banteng moncong putih. Diantaranya Ketua DPP PDI Perjuangan Sri Rahayu, Anggota DPRD Jawa Timur Erma Susanti dan Guntur Wahono, Plt Ketua DPC Kabupaten Blitar Whisnu Sakti Buana, Mantan Bupati Blitar Rijanto.

Dalam Rapat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menargetkan rencana kemenangan besar di tahun 2024.

“Sebagai pengobat kekalahan di Pilkada Serentak sebelumnya yang membuat kehilangan kursi bupati dan wakil bupati.” Tandas Sri.

Pada tahun politik 2024 mendatang, selain menang hattrick atau menang tiga kali berturut-turut, juga diikuti peningkatan kursi DPRD masing-masing 1 kursi dari 6 daerah pemilihan (Dapil) di Kabupaten Blitar. Dengan demikian jika saat ini memiliki 19 kursi, nantinya meningkat menjadi 25 kursi dari total 50 kursi di DPRD Kabupaten Blitar.

“Dalam rapat kita bicarakan target kita di Kabupaten Blitar tahun 2024 adalah 25 kursi. Oleh karena itu kita perlu persiapan bagaimana konsolidasi, soliditas, organisasi dan gotong royong partai bersama dengan rakyat,” ungkap Sri Rahayu usai memimpin rapat.

Target itu lantas dicapai dengan strategi bernama Komandante Stelsel. Disebutkan Sri Rahayu, ini merupakan strategi pemenangan basis elektoral dengan cara bergotong-royong yang mana ini sudah menjadi ciri khas dari PDI Perjuangan, dimana kerja sama atau gotong-royong merupakan intisari Pancasila yang digagas Bung Karno.

“Jadi nantinya menang di Pileg, Pilpres, juga Pilkada. Harus optimis tidak bisa ngomong saja, tetapi perlu kerja keras, perlu sinergitas terutama kader membangun gotong-royong yang menjadi persiapan paling awal dari rangkaian kegiatan kita,” Ujar Sri Rahayu .

Sementara Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Whisnu Sakti Buana mengatakan dengan target 25 kursi DPRD Kabupaten Blitar artinya penguasaan PDI Perjuangan menjadi 50 persen suara dari Kabupaten Blitar. Jika target kursi legislatif tercapai, maka PR PDI Perjuangan Kabupaten Blitar memenangkan kembali Pilkada juga terindikasi sukses.

Pilkada ini menjadi PR khusus untuk PDI Perjuangan Kabupaten Blitar untuk memenangkannya. Whisnu pun sejak mendapat tugas mengemban tugas Plt Ketua DPC semenjak ketua sebelumnya mengundurkan diri, selalu berusaha membakar semangat kader dan berusaha mengubah cara kerja lama yang kurang efektif.

Seperti di rapat ini Whisnu mengundang Rijanto yang merupakan mantan Bupati Blitar yang sempat kalah di Pilkada 2020. Untuk membangkit semangat kader, walaupun dalam posisi kalah tetap mempunyai semangat dan setia berjuang untuk PDI Perjuangan.

Pendopo Ronggo Hadinegoro (RHN) yang bertahun-tahun bertemakan merah yang merupakan ciri khas PDI Perjuangan, kini telah berubah warna hijau di setiap dekorasinya. Dipastikan kembali ke warna aslinya dengan direbutnya kembali kursi Bupati dan Wakil Bupati oleh kader banteng.

“Senior partai ini selalu kita undang di kegiatan untuk menyemangati kader muda. Bahkan beliau (Rijanto) minta tetap selalu dilibatkan di kegiatan partai maka kita undang hari ini. Harapannya Pendopo harus merah kembali,” kata Whisnu yang juga Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

Pewarta : Novi

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button