DaerahHeadlineMalang

Mantan Pengurus Ansor Kumpul, Sanusi Sebut Reuni

Malang,mitratoday.com – Mantan Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni Ansor mengadakan reuni di Kampus Universitas Raden Rahmad (Unira) Kepanjen, Rabu (1/5/2022).

Reuni yang dikemas dalam acara Halal Bihalal di hadiri banyak mantan pengurus Ansor terdahulu, diantaranya terlihat mantan pengurus Ansor tahun 2000 yang juga Bupati Malang HM Sanusi, mantan Ketua DPC PKB Kabupaten Malang H Abdurrahman, Mantan Ketua GP Ansor Khusnul Hakim Syadad hingga Wakil Ketua Umum PBNU Nusron Wahid.

Suasana penuh keakraban semakin nampak saat makan bersama, semua tamu undangan duduk bersila bersama sembari menikmati hidangan nasi tumpeng yang disajikan panitia. Tak ketinggalan Bupati Malang HM.Sanusi yang terlihat duduk sembari makan dan ngobrol dengan sesama mantan pengurus GP Ansor Kabupaten Malang.

Ia menyebutkan jika acara tersebut semacam reuni dan silaturahmi antar sesama mantan pengurus Ansor.

“Ini ngumpul bersama, meski bukan lagi pengurus tapi tetap menjadi bagian dari GP Ansor sampai Mati,” ujar Sanusi.

Kader Ansor sendiri lanjut Sanusi dinilai sudah kenyang pengalaman dan terbiasa dengan pendidikan karakter yang cukup tangguh.

“Alhasil banyak mantan pengurus Ansor yang saat ini memiliki berbagai macam profesi, seperti Khusnul Syadad menjadi Direktur Jasa Yasa, trus Menag juga Ansor, Waketum PBNU juga kader Ansor dan masih banyak pengusaha-pengusaha yang mantan pengurus atau anggota GP Ansor,” urai Sanusi.

Dari reuni, silaturahmi inilah lanjut Sanusi akan ada berbagai peluang untuk berkarya. Pemerintah sendiri juga membuka berbagai peluang kerjasama untuk memajukan Kabupaten Malang bersama GP Ansor.

Menurutnya masih banyak peluang usaha yang belum tergarap dengan maksimal. “Disinilah butuh kebersamaan agar peluang usaha ini tergarap dengan baik,” pungkas Sanusi.

Pewarta : Sigit

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button