DaerahHeadlineLampungLampung TengahOlahraga

Orang Tua Dan Pelatih Atlit Tekwondo Lamteng Lapor Ke Pengurus Pusat, Ada Apa Ya?

Lampung Tengah,mitratoday.com – Pelatih Taekwondo Lampung Tengah sesalkan sikap ketidak profesionalan Pengurus Taekwondo Indonesia (TI) Provinsi Lampung dalam penyelenggaraan kenaikan tingkat sabuk atlet Taekwondo.

Dalam Konferensi Persnya, Indra mengatakan Dirinya bersama Rekan-rekan sesama pelatih Taekwondo mempertanyakan keprofesionalan pengurus Taekwondo Indonesia Provinsi Lampung, atas ditolaknya formulir milik atlet Taekwondo Lamteng dalam mengikuti uji kenaikan tingkat sabuk.

“Ada perlakuan like and dislike (suka dan tidak suka) kepada kami pelatih dan ateit Taekwondo di Lampung Tengah,” ujarnya, Senin 10 Januari 2022 Di Cafe Monbee, Bandarjaya Lampung Tengah.

Dilanjutkan oleh Meha, Perlakuan yang dilakukan oleh TI Provinsi Lampung telah menyalahi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) organisasi Taekwondo.

“Hal seperti ini sangat merugikan para atlet, di mana seharusnya para atlet sudah bisa mencapai tingkat yang ditentukan. Tetapi, jika dihambat tanpa alasan yang tepat seperti ini kasihan masa depan para atlet,” ungkap Meha.

Salah satu pelatih Taekwondo Lamteng, itu juga menjelaskan, ketidakadilan yang dilakukan TI Provinsi Lampung, kepada pelatih dan atlet Taekwondo Lamteng sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu.

“Awal mula terjadi ketidakadilan kepada kami (Pelatih dan Atlet Taekwondo Lamteng) ketika pertandingan kejuaraan di Pesawaran beberapa waktu lalu, di mana aksi protes kami atas kecurigaan kecurangan dalam pertandingan tidak didengar oleh panitia yang tidak pengurus TI Provinsi Lampung. Setelah berlanjut ketika kami TI Lampung Tengah mengadakan Muskab (Musyawarah Kabupaten) terkesan ada interpensi dari Provinsi, karena pada hasil Muskab tersebut telah terpilih ketua TI Lampung Tengah yang baru. Namun, hasil Muskab tersebut tidak disetujui dan TI Provinsi Lampung menunjuk secara langsung untuk ketua TI Lampung Tengah tanpa dilakukannya musyawarah.” bebernya.

Atas ketidak nyamanan dan ketidakadilan yang dialami oleh TI Lamteng, Hal tersebut juga ikut menyita perhatian para orang tua atlit yang ikut terkena imbasnya dan merasa menjadi korban dan sangat dirugikan.

“Saya selaku orang tua yang selalu mensuport keinginan putri saya sangat merasa dirugikan, dengan kejadian seperti ini masa depan putri saya bisa menjadi kacau yang di mana seharusnya putri saya bisa mendapatkan medali dalam kejuaraan dan membanggakan Daerah bahkan Negara,” ucap Andi Anthoni orang tua atlet.

Orang tua atlet itu juga mengatakan mengapa harus ada pilih kasih terhadap atlit, karena Dirinya mengetahui ada beberapa atlet yang juga sama berasal dari Lampung Tengah, bisa mengikuti uji kenaikan tingkat yang diselenggarakan pada tanggal 8 – 9 Januari 2022 kemarin.

Namun, Putrinya yang juga merupakan atlet Taekwondo tidak bisa ikut serta dengan alasan yang tidak jelas, “Ini sangat merugikan Siswa Tekwondo dan kami selaku orang, Harus ada alasan yang jelas dan sesuai aturan yang ada dalam organisasi tersebut. Jangan anak-anak kami yang jadi korban,” Tandasnya.

Dengan menerima perlakuan yang tidak adil tersebut, Sejumlah Pelatih dan juga orang tua atlet Taekwondo Lampung Tengah, sepakat akan melaporkan atas pelanggaran AD/ART dan ketidakadilan TI Provinsi Lampung kepada BAURI dan TI Nasional.

“Kita semua sepakat akan melaporkan hal ini kepada BAURI dan TI Nasional, karena semua ini jelas merupakan pelanggaran AD/ART organisasi Taekwondo dan sanggat merugikan masa depan para Atlet,” Tegas Meha.

Tidak sampai disitu saja, Tegasnya, Permasalahan ini, kata Andi Antoni, akan disampaikan ke Bupati Lamteng dan Gubernur Lampung. “Bahkan akan saya tuju kan ke DPP KONI Pusat, DPP PBTI Pusat, DPRD Lampung, DPR RI, BAORI, Ombudsman, hingga Menegpora. Kita juga akan sampaikan ke KPA Pusat, Bila perlu kita adukan ke presiden,” ketusnya.

Pewarta : Iswan

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
error: