DaerahHeadlineMalang

Pasien Positif Covid-19 Naik 41 Orang, Masihkah Bupati Enggan Ajukan PSBB

Penulis : Sigit

Malang,Mitratoday.com-Jumlah Kasus pasien terkonfirmasi posistif Corona Virus Disease(Covid-19) Kabupaten terus bertambah. Hingga hari kamis (7/5/2020),data resmi yang dirilis Satgas Covid-19 Kabupaten Malang ,jumlah kasus positif Covid-19 bertambah menjadi 41 kasus dengan rincian 12 pasien dinyatakan sembuh dan 8 orang meninggal dunia.

Yang menjadi pertanyaan publik ,dengan kondisi seperti ini,masihkah Bupati Malang HM.Sanusi enggan mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar(PSBB).

Rabu kemarin,( 6/5/2020) Sanusi mengatakan masih enggan mengajukan PSBB dengan dalih lebih memikirkan dampak sosial ekonomi masyarakat akibat penerapan PSBB.

” Jika tidak ada tambahan dan masyarakat patuh terhadap larangan pemerintah terkait pencegahan Covid-19 maka kita tunda pengajuan PSBB. Saya lebih berpikir dampak sosial ekonomi masyarakat, karena dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak,masyarakat Kabupaten Malang ini banyak dan cukup komplek dengan 33 kecamatan dan 390 desa, kita harus lebih hati-hati untuk mencermatinya,”kata Sanusi rabu kemarin(6/5/2020).

Sanusi menyebut justru berencana mendirikan RS Darurat di Rusunawa ASN Kepanjen untuk merawat dan mengobati pasien positif Covid hingga sembuh dan akan dibiayai oleh Pemkab Malang. Selain itu setiap save house didesa juga bakal diberi alat rapid test untuk deteksi dini pencegahan Covid.

Setiap pendatang dari luar di desa harus dirapid test,jika reaktif harus bersedia dievakuasi ke RS darurat untuk diobati,”tandas Sanusi.

Pendapat berbeda diungkapkan Ketua Koordinator Operasional Satgas Covid-19 Arbani Mukti Wibowo.Dalam beberapa kesempatan,Arbani mengatakan bahwa Kabupaten Malang layak mengajukan PSBB. Alasannya,dari hasil scoring, Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Malang bernilai 10 dan memenuhi kriteria mengajukan PSBB.

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button