Pedagang Tolak Pembangunan Toilet dan Musholla Depan Pasar Tumpang

Pewarta : Sigit

Para pedagang pasar Tumpang menolak pembangunan sarana prasarana (Sarpras) berupa toilet dan Musholla yang dibangun di depan pasar Tumpang.

Koordinator Pedagang H Nuryatim mengatakan penolakan tersebut dilakukan karena penempatan pembangunan sarpras tersebut dinilai tidak tepat karena mengganggu estetika pasar Tumpang.

“Kita gak mempersoalkan pembangunanya, la wong itu bukan urusan kita, tapi mbok cari tempat lain jangan ditengah seperti itu,kan mengganggu keindahan pasar,”ujar H Nuryatim, Kamis (26/11/2020).

Abah Jatim,sapaan akrab Nuryatim mengungkapkan sebenarnya siteplan pasar Tumpang sudah didesain secantik mungkin oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Ciptakarya tahun 2019 lalu. Menurutnya,siteplan tersebut dinilai sudah cukup apik,selain sebagai pusat perdagangan semi modern, keindahan pasar juga cukup cantik dan bersih.

Namun saat ini,dengan dibangunnya terminal wisata Tumpang, estetika Pasar Tumpang menjadi terganggu,lantaran didepan pasar dibangun toilet dan musholla yang disebut sebagai sarpras pelengkap terminal. Parahnya, lanjut Nuryatim ,pedagang tidak diajak koordinasi oleh Dishub Kabupaten Malang.

“Kepala pasar saja ,gak pernah diajak koordinasi, itu kan kelihatan gak ada koordinasi,”tandas Nuryatim.

“Untuk itu,atas nama seluruh pedagang pasar kami menolak pembangunan toilet dan musholla di depan pasar, kami minta Dishub menghentikan pekerjaan dan memindahkan lokasi toilet dan Musholla tersebut,”pungkas H Nuryatim.

Bagikan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close