Pembalap Cilik Asal NTT Menjuarai Bidang Olahraga Motocross Tingkat Nasional, Luput Dari Perhatian Pemerintah

Kupang, mitratoday.com – Tidak semua orang memiliki nyali untuk berani tampil dan beradu kecepatan di balap motocross,namun siapa sangka, di usia anak-anak yang lazimnya bermain dan duduk di pelukan sang ibu, DIAS PERMANA PUTRA , anak belia umur 10 tahun ini sudah kerap merasakan arena motocross yang sangat penuh dengan debu dan rintangan.

Dias nampak percaya diri didampingi ayahnya ibunya dan Joni Pranata yang sekaligus menjadi pelatihnya ketika mengikuti balap motocross seri 1 Banyuwangi Dias juara 1, seri 2 Cianjur Jawa Barat Dias menduduki juara 2, dikejuaraan tingkat nasional di Lamongan balap seri 1 supercross Dias kembali merebut juara 4 dan lomba di Kupang Dias kembali juara moto 1 dan moto 2.

Tanpa ada rasa minder berhadapan dengan lawan yang usiaya lebih tua darinya, Dias tetap tegar menggeber motor miliknya untuk menambah mentalnya. “Tidak takut, tidak takut jatuh,” ungkap ungkap Dias polos usai menyelesaikan balapan motocross nya di kejurnas dengan sempurna di Banyuwangi (28/10/18).

Meski belum berhasil menjadi juara 1 di ajang tingkat Nasional namun penampilan pembalap cilik termuda di kota kupang NTT ini cukup menyita perhatian ratusan penonton yang menyakiskan jalannya balap Motocross, Dengan tubuh mungilnya, ia tampak lincah di atas arena balap yang penuh dengan rintangan dengan penuh keberanian dan ketenangan.

Didampingi sang ayah, RICO (30), Dias, mengaku sangat menggandrungi dunia balap motocross, bahkan, jika besar nanti, Dias bercita-cita menjadi seorang pembalap handal kelas nasional seperti Joni pranata. “Kalau besar inginya seperti joni pranata” ungkap bocah yang kini tinggal bersama keluarganya di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT)

Guna mewujudkan mimpi besarnya itu, bocah kelahiran bandung ini harus berlatih sebanyak 3 kali dalam seminggu dan diimbangi latihan renang. Beragam teknik balap pun Dias akui banyak diajari oleh ayahnya. Meski kerap jatuh, namun Dias tak pernah putus asa dan tetap ingin balapan motocross. “Kalau latihan juga sering jatuh, seringnya latihan balap dan renang,” kata Dias.

Sementara sang ayah, Rico menceritakan, sekitar beberapa tahun yang lalu Dias baru belajar balap dan ia mengaku masih cukup sulit melatih Dias di usia 4 tahun. Pasalnya, layaknya mengajari anak kecil pada umumnya, ia masih sering rewel dan sulit diajak komunikasi. Tidak jarang Dias ngambek dan menangis ketika diajak latihan.

“Ya memang masih cukup sulit, di usianya yang masih sangat muda, kadang tidak mau latihan, dan yang terpenting insting terhadap motornya belum ada, jadi sedikit harus sabar karena memang Dias belum bisa merasakan yang pas untuk motornya,” kata Rico

Dari tekat yang kuat dan keinginan yang sangat kuat, Dias meminta saya untuk menyekolahkan Dias di sekolah motocross di Jawa timur tepatnya di Lamongan, di sekolahnya salah satu pembalap terbaik Joni pranata,dengan kegigihannya berlatih Dias berhasil menjuarai beberapa ajang bergengsi baik lokal maupun nasional terakhir Dias mengikuti balap motocross di Kupang juara 1 dan juara 2 di klas yang berbeda.

Meski menjadi pembalap terkecil di Kupang NTT, di bawah naungan Tim mandiri jaya mx Kupang Rico permana, Dias permana putra pernah menapaki juara yang terbaik di luar daerah yang membawa nama harum Nusa tenggara timur (NTT) tersebut patut dibanggakan mengingat usianya yang masih sangat belia dengan penuh semangat dan tekat yang kuat menjadi pembalap profesional.

“Harapan kami kepada pemerintah khususnya pemerintah daerah Nusa tenggara timur, memberikan dukungan baik moril maupun materil, karena masih banyak potensi-potensi yang bagus yang kami bisa didik di Kupang, kendala utamanya adalah kurangnya perhatian dari pemerintah terhadap kami , seperti arena untuk berlatih saja kami harus keluar daerah kupang, ongkosnya kami patuangan dengan teman-teman itupun susah, belum perlengkapannya dan lain-lain , kami sangat berharap kedepan adanya perhatian pemerintah terhadap olahraga motocross ini karena kami bertarung mati-matian memperjuangkan nama NTT, mungkin dengan adanya dorongan pemerintah suatu saat kami bisa bertarung sampai ke ajang internasional,” pinta Manager Mandiri Jaya MX Kupang. (Yustaf Siki)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.