DaerahHeadlineMalang

Pemkab Malang Dijadwalkan Bakal Memberikan Reward Atlet Berpretasi

Pewarta : Sigit

Malang,mitratoday.com-Pemerintah Kabupaten Malang dijadwalkan bakal memberikan reward kepada atlet Kabupaten Malang yang sudah berlaga di PON Papua beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Nazarudin Selian Hasan menyebutkan seluruh atlet tersebut akan diterima langsung oleh Bupati Malang HM.Sanusi jumat besok (22/10/2021) di Pendopo Kabupaten Malang.

Nazarudin merinci, ada sekitar 45 official dan 36 atlet Kabupaten Malang yang masuk kontingen PON Jawa Timur . Hasilnya atlet-atlet tersebut berhasil menyumbangkan medali emas sebanyak 16 medali, 14 medali Perak dam 9 medali Perunggu.

“Raihan medali tersebut lebih didominasi cabang olahraga (Cabor) Dayung, Gulat dan Paralayang,”kata Nazarudin kepada Mitratoday.com kamis (21/10/2021).

Soal bentuk reward, Nazarudin mengaku belum tahu, namun dengan pemberian reward tersebut, menurutnya adalah sebuah apresiasi Pemkab Malang atas prestasi yang berhasil ditorehkan atlet-atlet tersebut di ajang PON Papua.

Keberhasilan ini, kata Nazarudin menjadi bukti bahwa Kabupaten Malang menjadi salah satu daerah penghasil bibit-bibit berprestasi di bidang olahraga.

Lantas bagaimana support Pemkab Malang soal pembinaan atlet di Kabupaten Malang, Nazarudin menjelaskan bahwa perhatian Pemerintah sejauh ini sangat maksimal. Hal ini dibuktikan dengan dukungan dana bagi pembinaan atlet usia dini.

Banyaknya atlet Kabupaten Malang yang berprestasi di PON Papua, kata Nazarudin merupakan bukti jika Pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap pembinaan atlet khususnya atlet usia dini.

“Kedepan pembinaan tersebut akan kita tingkatkan, harapannya atlet berprestasi di Kabupaten Malang akan semakin banyak dan bisa membawa nama harum Kabupaten Malang sebagai gudang atlet berprestasi,”pungkas Nazarudin.

Bagikan

Rekomendasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
error: